DUNIA
Laporan Intelijen Ungkap Kapal Iran Lolos Blokade AS
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah laporan menyebut sebanyak 26 kapal Iran, termasuk kapal tanker minyak dan gas, berhasil menembus blokade Amerika Serikat. Laporan tersebut memicu reaksi keras dari Pentagon yang langsung membantah klaim tersebut.
Laporan itu dirilis oleh perusahaan intelijen maritim asal Inggris, Lloyd’s List, yang menyatakan puluhan kapal tersebut berhasil melewati garis blokade sejak AS menghentikan lalu lintas menuju dan dari pelabuhan Iran pada 13 April.
Menurut Lloyd’s List, temuan tersebut didukung oleh data pelacakan satelit, analisis intelijen, serta informasi lapangan.
“Hampir setengah kapal melewati blokade sebelum aturan diperluas, sementara 12 kapal lainnya melanggar setelah ketentuan diperketat,” demikian isi laporan tersebut.
Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Pentagon Sean Parnell dengan tegas membantah adanya kebocoran blokade.
“Pertama-tama, laporan ini salah,” kata Parnell dalam pernyataannya.
Seorang pejabat Pentagon lainnya juga menyebut laporan tersebut tidak akurat, tanpa memberikan rincian tambahan.
Sementara itu, Komando Pusat AS mengklaim telah mengarahkan 28 kapal untuk berbalik atau kembali ke pelabuhan sejak blokade diberlakukan.
Meski dibantah Pentagon, pihak Lloyd’s List tetap bersikukuh dengan temuannya.
“Kami berpegang pada kebenaran intelijen kami,” ujar juru bicara perusahaan tersebut.
Laporan serupa juga diangkat oleh The Wall Street Journal, yang menyebut lebih dari dua lusin kapal terkait Iran berhasil menghindari blokade, mengutip sumber dari industri pelayaran.
Salah satu contoh disebutkan adalah kapal kargo milik Yunani bernama Basel yang dilaporkan berhasil keluar dari pelabuhan Iran dan melewati blokade.
Blokade laut yang diberlakukan AS kini menjadi salah satu titik krusial dalam negosiasi dengan Iran terkait perpanjangan gencatan senjata.
Presiden AS Donald Trump menegaskan blokade tidak akan dicabut hingga tercapai kesepakatan damai jangka panjang.
Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan membuka jalur perdagangan di Selat Hormuz selama blokade masih diberlakukan.
Kondisi ini memicu kekhawatiran global karena berpotensi mengganggu pasokan energi dunia dan mendorong kenaikan harga minyak.
Di tengah ketegangan tersebut, Presiden China Xi Jinping menyerukan agar jalur pelayaran di Selat Hormuz segera dibuka kembali.
Ia menegaskan bahwa kelancaran jalur laut tersebut merupakan kepentingan bersama komunitas internasional.
Perbedaan klaim antara laporan intelijen maritim dan Pentagon menunjukkan situasi di Selat Hormuz semakin kompleks dan sulit dipastikan.
Dengan kepentingan ekonomi global yang besar serta keterlibatan kekuatan dunia, krisis ini berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih luas jika tidak segera diredakan melalui jalur diplomasi. (Mun)
-
POLITIK23/04/2026 06:00 WIBSahroni Tegaskan Masa Jabatan Ketum Parpol Bukan Urusan KPK
-
OLAHRAGA22/04/2026 19:00 WIBJanice Tjen Gandeng Aldila Sutjiadi di Sektor Ganda, Madrid Open 2026
-
PAPUA TENGAH23/04/2026 00:01 WIBMenembus Ombak demi Wajah Baru Keakwa
-
PAPUA TENGAH22/04/2026 19:30 WIBMimika Menjemput Bola, Menambal Celah Digital
-
OTOTEK22/04/2026 21:00 WIBIoniq 3 Untuk Pasar Eropa Mulai Diperkenalkan Hyundai
-
POLITIK22/04/2026 21:30 WIBRUU Pemilu Ditargetkan Rampung 2,5 Tahun Pemerintahan Prabowo
-
POLITIK23/04/2026 07:00 WIBGolkar Dorong Parliamentary Threshold 5 Persen di RUU Pemilu!
-
DUNIA22/04/2026 23:30 WIBTerkait Selat Hormuz, Uni Eropa Perluas Sanksi Terhadap Iran

















