Connect with us

DUNIA

Untuk Beroperasi Hingga Akhir Tahun, UNRWA Membutuhkan Dana Rp1,8 Triliun

Aktualitas.id -

Anak-anak Palestina terlihat di dekat tenda-tenda pengungsi di sebelah barat Kota Gaza, pada 19 Februari 2026. (Xinhua/Rizek Abdeljawad).

AKTUALITAS.ID – November 2025, Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 2803 untuk mengimplementasikan rencana perdamaian Gaza yang disepakati oleh Israel dan Hamas pada Oktober 2025.

Utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, mengumumkan pada pertengahan Januari fase kedua rencana tersebut, yang menetapkan penarikan Israel dari lebih banyak wilayah di Jalur Gaza, pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional, dan pembentukan struktur pemerintahan baru yang mencakup Dewan Perdamaian yang dipimpin AS.

Pada Mei, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa tindakan Israel di Jalur Gaza tidak konsisten dengan inisiatif perdamaian internasional, termasuk Dewan Perdamaian.

Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) membutuhkan 100 juta dolar AS (Rp1,8 triliun) untuk terus beroperasi hingga akhir tahun, kata juru bicara UNRWA, Adnan Abu Hasna, kepada RIA Novosti, Rabu (1/7/2026) waktu setempat.

BACA JUGA  Enam Petugas UNRWA Tewas akibat Serangan Udara Israel di Gaza

“UNRWA membutuhkan sekitar 100 juta dolar AS untuk melanjutkan operasinya hingga akhir tahun,” kata juru bicara tersebut.

Organisasi itu telah mengambil sejumlah langkah untuk menghemat dana, katanya. Namun, pengetatan lebih lanjut terhadap langkah-langkah itu dapat membahayakan layanannya di bidang perawatan kesehatan, penyediaan air, pengelolaan sampah padat, dan bidang-bidang lain yang bertanggung jawab atas layanan dasar, tambah Abu Hasna.

Pada saat yang sama, UNRWA beroperasi di daerah yang sangat sulit, ketika Jalur Gaza hancur total dan pemulihannya akan membutuhkan miliaran dolar, katanya.

Dalam hal ini, UNRWA merupakan faktor kunci untuk memastikan stabilitas regional, sementara keruntuhannya dapat menyebabkan destabilisasi di kawasan tersebut, tambah Abu Hasna.

BACA JUGA  UNRWA Kirim 4.000 Truk Bantuan, WHO Dirikan RS Lapangan di Gaza

“Sekitar 280.000 anak sekolah di Jalur Gaza belajar daring dan sekitar 60.000 melanjutkan pendidikan penuh waktu dalam kondisi kemanusiaan yang sulit,” tambah juru bicara tersebut.

Pada Rabu (1/7), Dewan Perdamaian Gaza yang dipimpin AS mengatakan bahwa UNRWA “tidak memiliki tempat di Gaza,” karena rakyat Gaza pantas mendapatkan yang lebih baik.

(Goeh Wndh)

TRENDING