DUNIA
Israel ‘Sandera’ Ribuan Jenazah Warga Palestina untuk Negosiasi
AKUTALITAS.ID – Kekejaman militer Israel dalam invasinya ke tanah Palestina menembus batas baru. Tak cukup membantai puluhan ribu warga sipil, rezim Zionis dilaporkan menyandera sedikitnya 1.700 jenazah warga Palestina untuk dijadikan komoditas politik dan alat tawar-menawar (bargaining chip) dalam negosiasi masa depan.
Laporan mengejutkan yang dirilis media lokal Israel, Haaretz, dan dikutip The Times of Israel mengungkapkan bahwa ribuan jasad tersebut sengaja ditahan dan “didesain” sebagai posisi tawar menghadapi Hamas, bahkan jika kelompok perlawanan Palestina itu nantinya telah membebaskan seluruh sandera warga Israel.
Tindakan tak manusiawi ini memperlihatkan bagaimana jasad orang mati pun tak luput dari eksploitasi perang oleh otoritas Israel.
Kebijakan menyandera jenazah ini didukung penuh oleh jajaran pimpinan militer (IDF) dan Kepala Badan Keamanan Dalam Negeri Israel (Shin Bet), David Zini.
Namun, kegilaan strategi ini nyatanya memicu penolakan keras dari tim penasihat hukum Shin Bet sendiri. Pihak legal secara tegas memperingatkan bahwa penahanan jasad manusia tanpa alibi hukum adalah tindakan ilegal yang tidak memiliki dasar konstitusi maupun hukum internasional.
Sebagian besar jenazah yang ditahan diklaim Israel sebagai pelaku serangan. Namun, rezim Tel Aviv sengaja menutup-nutupi rincian berapa banyak jasad warga sipil tanpa dosa yang ikut diseret dari wilayah Tepi Barat maupun Jalur Gaza.
Penyanderaan jasad bukan praktik baru bagi Israel. Jauh sebelum melancarkan agresi brutal pasca-Oktober 2023, pasukan Zionis sudah terbiasa menculik, menahan tanpa pengadilan, hingga menyiksa warga Palestina di sel-sel tahanan mereka.
Setelah agresi meletus, intensitas pembantaian kian tak terkendali. Taktik merampas jenazah dari medan perang hingga rumah sakit kini dijadikan kebiasaan sistematis untuk menekan psikologis keluarga korban dan milisi perlawanan.
Laporan penahanan 1.700 jenazah ini makin melengkapi catatan kelam kejahatan perang Israel di Palestina. Hingga kini, agresi militer tanpa henti telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina, melukai ratusan ribu orang, dan memaksa jutaan jiwa hidup dalam penderitaan di kamp-kamp pengungsian yang tak layak.
Di tengah kecaman internasional yang kian deras, langkah Israel yang terus ‘menawan’ mayat manusia menjadi bukti telanjang runtuhnya moralitas dan kepatuhan mereka terhadap hukum internasional. (Mun)
-
NUSANTARA11/08/2026 14:00 WIBApi Makin Merambat, 899 Hektare Bromo Terbakar
-
DUNIA11/08/2026 15:00 WIBTrump Tuntut Iran Bayar Darah Korban Timur Tengah
-
NUSANTARA11/08/2026 23:00 WIBGunung Semeru Erupsi 8 Kali pada Selasa 11 Agustus 2026
-
NASIONAL11/08/2026 16:00 WIBPengamat: RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Senjata Politik
-
NUSANTARA11/08/2026 17:00 WIBAir Habis, Api Sulit Padam di Palangka Raya
-
DUNIA11/08/2026 18:00 WIBMojtaba Khamenei Reshuffle Militer Iran
-
NASIONAL11/08/2026 22:00 WIBBNPB Ungkap Alasan Tak Andalkan Hujan Buatan untuk Lawan Karhutla
-
NUSANTARA11/08/2026 19:00 WIBAsap Karhutla Ganggu Penerbangan ke Tanjung Puting

















