Connect with us

DUNIA

AS Bantah 7 Awak USS Abraham Lincoln Tewas

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Isu mengerikan mendadak mengguncang militer Amerika Serikat. Kapal induk kebanggaan mereka, USS Abraham Lincoln (CVN 72), diterpa rumor panas terkait kerusuhan berdarah di atas geladak yang dikabarkan menewaskan tujuh prajurit.

Kabar yang beredar cepat di media sosial menyebutkan bahwa perkelahian massal pecah di tengah stres berat para awak kapal. Kerusuhan menggunakan senjata tajam itu diduga dipicu oleh kelelahan ekstrem setelah berbulan-bulan mengapung di lautan tanpa kepastian pulang. Bahkan, kabar burung menyebut seorang penasihat militer sempat dilempari botol saat mencoba menenangkan situasi.

Menanggapi rumor liar yang terlanjur membakar publik tersebut, Komando Pusat AS (CENTCOM) langsung pasang badan dan memberikan bantahan keras.

BACA JUGA  Kapal Induk Belum Siaga, Netanyahu Minta Trump Tunda Operasi Militer ke Iran

“Selama 48 jam terakhir, sejumlah media melaporkan klaim keliru. Laporan tujuh pelaut tewas dalam perkelahian dan lonjakan niat bunuh diri itu TIDAK BENAR,” tegas CENTCOM melalui pernyataan resminya.

Pihak militer menegaskan tidak ada satu pun korban jiwa dalam pengerahan kapal tersebut. Meski begitu, CENTCOM tidak menampik adanya insiden seorang pelaut yang jatuh ke laut pada 3 Agustus lalu. Namun, mereka menyangkal hal itu terjadi karena upaya bunuh diri dan memastikan sang prajurit kini telah pulih sepenuhnya.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, juga ikut angkat bicara demi meredam gejolak. Ia pasang badan membela kondisi mental para prajuritnya yang sudah menghabiskan waktu lebih dari 263 hari di lautan lepas.

BACA JUGA  AS Siapkan Kapal Induk Kedua ke Timteng Saat Negosiasi Nuklir dengan Iran Berlanjut

“Laporan-laporan tersebut telah disalahgambarkan sepenuhnya. Apa yang mereka lakukan di laut lepas dalam kondisi terbatas sungguh luar biasa,” ujar Hegseth.

Meski Pentagon membantah keras tuduhan pembantaian dan stres massal tersebut, gelombang protes dari keluarga prajurit di darat terus memanas. Mereka menuntut kejelasan kapan kapal perang yang dikirim ke Timur Tengah sejak November lalu itu akan dipulangkan.

Saat ini, USS Abraham Lincoln masih beroperasi di Samudra Hindia setelah mencatatkan rekor tugas terpanjangnya di laut, di tengah bayang-bayang tekanan mental para pengawalnya. (Mun)

TRENDING