Connect with us

DUNIA

Mantan Pejabat CIA Terjerat Kasus Emas Rp700 Miliar

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Kedok kelam seorang mantan pejabat eksekutif badan intelijen Amerika Serikat (CIA) akhirnya terkelupas terang-benderang. David Rush, veteran 17 tahun di Divisi Sains dan Teknologi CIA, mengakui skandal perampokan fantastis: mencuri 303 batangan emas senilai lebih dari $40 juta atau sekitar Rp700 miliar dan menyembunyikannya di ruang bawah tanah rumah pribadinya.

Berdasarkan dokumen pengadilan federal per Jumat (11/9/2026), Rush dan tim jaksa Departemen Kehakiman AS telah mencapai kesepakatan pengakuan bersalah (plea agreement in principle). Kedua belah pihak kini meminta hakim memperpanjang batas waktu hingga 8 Oktober 2026 mendatang untuk merampungkan berkas dakwaan serta fakta-fakta kejahatan yang disepakati.

Penggeledahan dramatis FBI di kediaman Rush di Virginia membongkar tumpukan harta karun hasil jarahan dari kantor pemerintah. Selain ratusan batangan emas seberat total 303 kilogram, penyidik menemukan mata uang asing senilai lebih dari $2 juta (sekitar Rp30 miliar) dan 35 jam tangan mewah yang didominasi merek Rolex.

BACA JUGA  Langkah Mengejutkan, CIA Ajak Staf Pensiun Dini atau Mengundurkan Diri

Modus operandi yang dilancarkan Rush terbilang sangat berani. Pria yang ditangkap sejak 19 Mei ini memanfaatkan posisinya untuk menciptakan “program rahasia palsu”. Lewat program fiktif tersebut, ia leluasa mengajukan klaim pengadaan batangan emas dan valuta asing sebagai dalih anggaran operasional dinas.

Tak berhenti di situ, penyelidikan FBI membeberkan bahwa seluruh karier mentereng Rush di CIA ternyata dibangun di atas fondasi kebohongan. Rush terbukti memalsukan rekam jejak akademis serta riwayat militernya termasuk mengaku-ngaku sebagai pilot Angkatan Laut AS saat melamar kerja. Ia bahkan tega memalsukan kartu absensi demi mengeduk kompensasi cuti militer ilegal sebesar $77.000.

Kini, mantan agen senior yang memiliki akses teknologi tinggi tersebut harus mendekam di sel tahanan tanpa jaminan penangguhan karena dianggap berisiko tinggi melarikan diri. Skandal memalukan ini menjadi pukulan telak bagi sistem keamanan internal CIA yang berhasil dibobol oleh penyusup dari dalam bentengnya sendiri. (Mun)

BACA JUGA  Agen CIA Merampok Bank Indonesia

TRENDING