Connect with us

DUNIA

Korut Pamer Rudal Baru Berteknologi AI

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Korea Utara kembali memanaskan tensi keamanan di Asia Timur setelah mengumumkan keberhasilan uji coba rudal strategis jarak menengah yang diklaim telah dilengkapi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah militer Korea Selatan mengungkap deteksi peluncuran rudal balistik dari wilayah Wonsan menuju arah Laut Jepang pada Sabtu (3/10/2026).

Adik pemimpin Korea Utara, Kim Yo Jong, mengonfirmasi bahwa proyektil yang ditembakkan tersebut merupakan rudal strategis jarak menengah generasi baru yang memiliki kemampuan manuver tidak biasa.

Menurutnya, rudal tersebut mampu mengubah jalur penerbangan pada ketinggian rendah dan telah terintegrasi dengan teknologi AI yang diklaim meningkatkan efektivitas serangan.

“Proyektil tersebut mampu mengubah jalur penerbangannya pada ketinggian rendah serta telah terintegrasi dengan teknologi AI,” kata Kim Yo Jong.

BACA JUGA  Aksi Balas Dendam, Korut Kirim Lebih dari 260 Balon Sampah dan Kotoran ke Korsel

Meski mengumbar klaim ambisius, Pyongyang tidak menjelaskan secara rinci bagaimana sistem kecerdasan buatan tersebut bekerja maupun peran AI dalam proses navigasi dan serangan rudal.

Namun Kim Yo Jong menegaskan teknologi itu membuat rudal Korea Utara sangat sulit dicegat. Bahkan ia mengklaim kemampuan tersebut belum akan mampu ditandingi negara lain dalam beberapa tahun ke depan.

Pernyataan tersebut memperkuat sikap Kim Jong Un yang sebelumnya menekankan pentingnya modernisasi sistem persenjataan melalui pengembangan kecerdasan buatan sebagai bagian dari strategi militer masa depan Korea Utara.

Dalam pernyataan yang sama, Kim Yo Jong juga menyindir kemampuan pengawasan militer Korea Selatan. Ia mengklaim setiap kali Korut menggunakan pola lintasan bergelombang atau wave-like trajectory, sistem pertahanan Seoul gagal melacak target sejak manuver awal dilakukan.

BACA JUGA  Korea Utara Tutup Akses Jalan dan Rel Kereta ke Selatan

Pengumuman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua Korea. Beberapa hari sebelumnya, militer Korea Selatan menuntut permintaan maaf dari Pyongyang terkait ledakan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang melukai tiga tentaranya.

Seoul menuding Korea Utara berada di balik insiden tersebut. Namun Pyongyang membantah semua tuduhan dan justru mengecam Korea Selatan dengan pernyataan keras.

Sementara itu, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan melaporkan rudal yang diluncurkan dari kawasan Wonsan terbang sejauh lebih dari 700 kilometer sebelum jatuh di perairan timur Semenanjung Korea.

Sebagai respons, Korea Selatan menegaskan koordinasi pertahanan dengan Amerika Serikat dan Jepang tetap berjalan intensif guna memantau setiap aktivitas militer Korea Utara.

BACA JUGA  Korea Utara Siap Dukung Iran Hadapi Israel Jika Gencatan Senjata Dilanggar

Klaim penggunaan AI pada rudal balistik tersebut kini menjadi sorotan dunia. Jika terbukti benar, teknologi itu berpotensi menandai babak baru dalam perlombaan senjata modern, di mana kecerdasan buatan tidak lagi hanya digunakan untuk sistem pengawasan dan analisis data, tetapi juga ditanamkan langsung ke dalam sistem persenjataan strategis.

Di tengah meningkatnya rivalitas kawasan, uji coba terbaru Korea Utara diperkirakan akan memicu perhatian serius dari Washington, Seoul, dan Tokyo yang terus memantau perkembangan program rudal Pyongyang. (Mun)

TRENDING