Connect with us

DUNIA

Ben Gvir: Seluruh Tepi Barat Milik Israel

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Menteri Keamanan Nasional Israel yang dikenal beraliran sayap kanan ekstrem, Itamar Ben Gvir, kembali memicu bara konflik. Ia secara sepihak mengeklaim bahwa seluruh wilayah Tepi Barat, Palestina, adalah mutlak milik Israel.

Dalam wawancara panas dengan jaringan televisi Channel 14 pada Kamis (1/10/2026), Ben Gvir secara arogan menepis pembagian wilayah Tepi Barat yang selama ini diatur dalam Kesepakatan Oslo II tahun 1995. Menurutnya, status wilayah yang dibagi menjadi Area A, B, dan C sudah tidak memiliki arti.

“Tidak ada perbedaan antara Area A, B, dan C. Seluruh wilayah adalah milik kami. Ini negara kami,” tegas Ben Gvir.

Pernyataan ini seakan merobek perjanjian bersejarah yang diteken pada 28 September 1995 antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Dalam kesepakatan tersebut, Area A disepakati berada di bawah kendali penuh Otoritas Palestina, Area B dikendalikan bersama, dan Area C oleh Israel.

BACA JUGA  Pemukim Israel Diduga Bakar Masjid di Palestina

Namun, ambisi radikal Ben Gvir tak berhenti pada pencaplokan wilayah. Ia secara terbuka menyatakan niatnya untuk membubarkan Otoritas Palestina jika kelak berhasil menduduki kursi Menteri Pertahanan.

Lebih jauh, ia berencana mendorong eksodus besar-besaran atau emigrasi warga Palestina, dengan klaim sepihak bahwa 60 persen warga Palestina “ingin pergi” dari tanah mereka.

“Saya akan meluangkan waktu untuk ini, dan saya akan mengelola prosesnya secara berkelanjutan. Setiap minggu, saya akan mengadakan diskusi yang melibatkan semua pihak terkait,” ancamnya terkait rencana emigrasi paksa tersebut.

Berbagai pihak menilai manuver provokatif ini bukanlah tanpa alasan. Pernyataan ekstrem ini sengaja dilemparkan di tengah kesibukan para pejabat Israel berkampanye untuk pemilihan parlemen (Knesset) yang dijadwalkan pada 27 Oktober mendatang.

BACA JUGA  Langgar Hukum Internasional, Inggris Tolak Rencana Israel Caplok Tepi Barat

Jajak pendapat terbaru memperlihatkan anjloknya dukungan untuk koalisi penguasa saat ini, sementara blok oposisi justru makin menguat.

Ben Gvir dituding sengaja mendulang suara dari kelompok ekstremis kanan dengan cara meningkatkan ancaman terhadap warga Palestina. Taktik serupa juga ditunjukkannya melalui provokasi kunjungan berulang kali ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur serta menggelar ritual Talmud di Tembok Barat. (Mun)

TRENDING