EKBIS
Sambut Awal Pekan, IHSG Dibuka Melesat ke 8.676
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melesat pada perdagangan Senin, (15/12/2025), menandai awal pekan yang positif bagi pasar modal domestik. IHSG tercatat membuka di level 8.676, naik 0,19 persen dari penutupan akhir pekan sebelumnya, mencerminkan optimisme investor pada sesi pembukaan.
Pergerakan indeks unggulan menunjukkan dinamika yang beragam. LQ45 tercatat turun tipis 0,06 persen ke level 846, sementara indeks saham syariah JII justru menguat 0,29 persen. Di sisi saham-saham individu, beberapa emiten mencatat penguatan pada pembukaan, antara lain ARTO, KLBF, ISAT, BRIS, dan BBTN, sedangkan saham seperti SCMA, MEDC, ACES, dan EXCL mengalami tekanan jual.
Sentimen positif pagi ini melanjutkan penguatan yang terjadi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, ketika IHSG menutup sesi dengan kenaikan 0,46 persen ke level 8.660,50. Indeks LQ45 dan IDX30 juga mencatat penguatan masing-masing 0,15 persen dan 0,12 persen, menunjukkan aliran modal yang masih mendukung pasar domestik.
Secara sektoral, sektor bahan baku menjadi motor penguatan dengan lonjakan signifikan 5,52 persen, diikuti sektor energi yang naik 1,23 persen, sektor properti naik 1,02 persen, dan sektor kesehatan yang bertambah 0,55 persen. Sebaliknya, sektor teknologi menjadi penekan utama dengan koreksi 2,20 persen, diikuti sektor konsumer siklikal yang turun 1,23 persen.
Kinerja pasar domestik pagi ini juga dipengaruhi oleh pergerakan pasar global. Pada akhir pekan lalu, bursa Amerika Serikat mencatat koreksi setelah investor melakukan rotasi dari saham teknologi dan tema kecerdasan buatan menuju saham bernuansa value. Indeks Dow Jones turun 0,51 persen, Nasdaq terkoreksi 1,69 persen, dan S&P 500 melemah 1,07 persen. Bursa Eropa juga mencatat penurunan moderat, sementara pasar Asia menunjukkan penguatan; Nikkei 225 naik 1,37 persen, Hang Seng melonjak 1,75 persen, dan Shanghai Composite menguat 0,41 persen.
Di pasar valuta, indeks dolar AS menguat tipis ke level 98,39, sementara nilai tukar rupiah melemah sekitar 0,18 persen ke posisi Rp16.646 per USD, sejalan dengan penguatan greenback yang menekan mata uang negara berkembang.
Analis pasar menilai bahwa sentimen jangka pendek masih dipengaruhi oleh rotasi sektor global dan data makro yang akan dirilis pekan ini. Investor disarankan memantau perkembangan sektor teknologi dan bahan baku, serta pergerakan nilai tukar yang dapat memengaruhi kinerja emiten dengan eksposur impor dan utang valuta asing. (Firmansyah/Mun)
-
DUNIA19/10/2026 15:00 WIBDemo Mahasiswa dan Kenaikan Biaya Hidup Picu Kekacauan di Belgia
-
RIAU19/10/2026 17:48 WIBPolda Riau Berhasil Lakukan Pengungkapan 47 Kg Sabu di Pekanbaru
-
NUSANTARA19/10/2026 12:30 WIBBocah Berkebutuhan Khusus Disiksa Sampai Mati di Teras Rumah Sendiri
-
NUSANTARA19/10/2026 14:30 WIBDPRD DIY Tolak Gaji PNS Lewat Koperasi
-
NASIONAL19/10/2026 14:00 WIBDua Kali Tumbang di Pengadilan, Menteri HAM Lawan Balik ke MA
-
JABODETABEK19/10/2026 19:29 WIBDua Saksi Bank Ungkap Aliran Dana Rp80 Juta dari VL ke Bangun Paulus
-
Berita20/10/2026 07:00 WIBBahlil Bantah Kuota BBM Dipangkas
-
OTOTEK19/10/2026 13:30 WIBSegera Matikan Fitur Ini Kalau Tak Mau M-Banking Dibobol Begal Digital

















