EKBIS
Rupiah Melemah Pagi Ini ke Rp16.910 per Dolar AS, Analis Prediksi Bisa Tembus Rp17.000
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan awal pekan, Senin (19/1/2026), dengan tren melemah. Mata uang Garuda terus tertekan hingga mendekati level psikologis baru akibat memanasnya tensi perdagangan global antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.06 WIB, rupiah dibuka di level Rp16.893 per dolar AS. Namun, tekanan jual terus meningkat hingga pukul 09.27 WIB, di mana rupiah merosot ke level Rp16.918 per dolar AS, melemah 31 poin atau 0,18 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah hari ini sangat dipengaruhi oleh sentimen global yang memburuk. Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan mengancam akan mengenakan tambahan tarif impor sebesar 10 persen terhadap delapan negara Uni Eropa yang menghalangi ambisinya untuk mengakuisisi Greenland.
Ancaman tarif yang akan berlaku 1 Februari mendatang ini menyasar negara-negara besar seperti Denmark, Prancis, hingga Jerman. “Investor berkeyakinan akan terjadinya perang dagang jika AS tetap bersikukuh menekan Uni Eropa terkait isu Greenland,” ungkap Ibrahim.
Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar akan adanya aksi balasan dari Uni Eropa. Analis dari Deutsche Bank mencatat bahwa negara-negara Eropa memiliki aset obligasi dan saham AS senilai USD 8 triliun. Jika modal ini digunakan sebagai senjata ekonomi melalui penarikan aset besar-besaran, stabilitas pasar keuangan global akan terganggu secara signifikan.
Di pasar domestik, fluktuasi rupiah diprediksi akan tetap tinggi sepanjang hari ini. Ibrahim memproyeksikan rupiah masih berpotensi terus melemah hingga menembus angka Rp17.000 per dolar AS.
“Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah hingga menembus Rp17.000, dengan rentang pergerakan harian di level Rp16.840 hingga Rp17.000 per USD,” jelas Ibrahim.
Sementara itu, data Yahoo Finance pada waktu yang hampir bersamaan menunjukkan rupiah berada di level Rp16.876 per dolar AS. Ketidakpastian mengenai keberlanjutan hubungan dagang trans-atlantik diperkirakan akan terus menjadi faktor utama yang mendorong penguatan Greenback terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. (Firmansyah/Mun)
-
NASIONAL31/07/2026 09:00 WIBEddy Soeparno Dorong Ketahanan Energi Nasional
-
JABODETABEK31/07/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Suhu Jakarta Tembus 34 Derajat
-
JABODETABEK31/07/2026 08:30 WIBPengendara Vario Tewas Usai Tabrakan Adu Banteng
-
POLITIK31/07/2026 10:00 WIBPegiat Pemilu: DKPP Naik Kelas Demi Jaga Integritas Pemilu
-
DUNIA31/07/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Hijau Investor Mulai Borong
-
POLITIK31/07/2026 06:00 WIBPengamat Minta Publik Tak Terlalu Reaktif Survei Dedi Salip Prabowo
-
NASIONAL31/07/2026 11:00 WIBKemenhan Bantah Isu Peserta Diklat Digaji Rp 10 Juta
-
OASE31/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Ungkap Perjanjian Manusia Sebelum Dilahirkan

















