EKBIS
Harga Laptop Global Diperkirakan Naik Hingga 40%
AKTUALITAS.ID – Krisis chip global yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir diperkirakan akan berdampak signifikan pada harga laptop di pasar dunia. Lembaga riset teknologi TrendForce memperkirakan harga laptop mainstream bisa melonjak hingga 40 persen.
Dalam laporan terbaru, TrendForce menyebutkan rata-rata harga laptop saat ini berada di kisaran US$900 atau sekitar Rp15 juta, berdasarkan penjualan pada kuartal pertama 2025.
Namun, lonjakan harga komponen utama seperti DRAM dan SSD membuat biaya produksi meningkat tajam.
Sebelum krisis memori terjadi, komponen memori hanya menyumbang sekitar 15 persen dari total biaya produksi atau Bill of Materials (BOM) sebuah notebook. Dalam waktu satu tahun, angka tersebut melonjak menjadi lebih dari 30 persen.
Jika produsen chip dan perusahaan manufaktur laptop atau OEM ingin mempertahankan margin keuntungan dari harga laptop US$900, maka harga perangkat kemungkinan harus dinaikkan sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain memori, komponen lain yang turut memicu kenaikan harga adalah CPU. Produsen semikonduktor asal Amerika Serikat, Intel, dilaporkan telah mulai menaikkan harga produknya.
TrendForce mencatat kenaikan harga lebih dari 15 persen untuk beberapa prosesor entry-level yang lebih lama. Kenaikan serupa juga diperkirakan akan terjadi pada platform komputasi kelas menengah hingga atas pada kuartal kedua tahun ini.
CPU sendiri merupakan salah satu komponen dengan biaya terbesar dalam produksi laptop. Karena itu, kenaikan harga prosesor dapat mendorong peningkatan MSRP (Manufacturer’s Suggested Retail Price) atau harga eceran yang disarankan produsen.
TrendForce juga menyoroti tekanan pada rantai pasokan industri semikonduktor global. Beberapa produsen chip seperti Intel dan AMD menghadapi tantangan stabilitas pasokan karena prioritas produksi yang lebih difokuskan pada bisnis kecerdasan buatan milik Nvidia.
Kondisi ini membuat pasokan komponen untuk industri komputer pribadi menjadi lebih terbatas.
Jika harga memori dan CPU terus meningkat secara bersamaan, maka kenaikan harga laptop hingga 40 persen dinilai sulit dihindari.
Artinya, rata-rata harga laptop yang sebelumnya sekitar US$900 (Rp15 juta) berpotensi naik menjadi US$1.260 atau sekitar Rp21,3 juta, atau meningkat lebih dari Rp6 juta per unit. (Firmansyah/Mun)
-
JABODETABEK03/08/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Senin 3 Agustus 2026 Resmi Dibuka
-
POLITIK03/08/2026 06:00 WIBJokowi: Target PSI Jauh Lebih Besar dari Kursi DPR
-
POLITIK03/08/2026 13:00 WIBBahlil Tegaskan Golkar Tak Akan Jadi Oposisi
-
RAGAM03/08/2026 08:30 WIBBMKG Peringatkan Ancaman DBD Meningkat saat Curah Hujan Tinggi
-
JABODETABEK03/08/2026 05:30 WIBBMKG: Sore hingga Malam Jakarta Diguyur Hujan Ringan
-
JABODETABEK03/08/2026 08:15 WIBBlackout Massal Hantam Jaksel, Jakbar hingga Tangerang
-
DUNIA03/08/2026 08:00 WIBIran: Kami Tak Pernah Minta Serangan Ditunda
-
POLITIK03/08/2026 07:00 WIBFahri Minta Peradilan Etika Jadi Benteng Antikorupsi

















