EKBIS
IHSG Dibuka di Zona Hijau
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Kamis (16/7/2026) dengan sentimen positif. Bursa sempat bergerak di zona hijau sebelum berfluktuasi dan terkoreksi tipis di tengah pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan ekonomi global.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka menguat ke level 6.056,746. Pada pukul 09.02 WIB, indeks bahkan naik sekitar 0,28 persen ke posisi 6.058,63.
Namun, hingga pukul 09.20 WIB, pergerakan IHSG berubah lebih fluktuatif dan melemah 13,251 poin atau sekitar 0,22 persen ke level 6.028,720.
Selama awal perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di kisaran 6.076 dan level terendah sekitar 6.024, mencerminkan tingginya aktivitas transaksi sejak pasar dibuka.
Meski bergerak naik turun, minat investor terhadap saham masih cukup tinggi.
Pada sesi awal perdagangan, sekitar 230 saham tercatat menguat, sementara 240 saham melemah dan 243 saham bergerak stagnan.
Data pembukaan perdagangan juga menunjukkan 270 saham sempat berada di zona hijau, dibandingkan 166 saham yang terkoreksi dan 233 saham yang tidak mengalami perubahan harga.
Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan enam sektor dari total 11 sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sentimen positif tersebut turut mengangkat indeks LQ45, yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid, naik sekitar 0,47 persen ke level 602,52.
Aktivitas transaksi di awal perdagangan juga terbilang ramai.
Volume perdagangan mencapai sekitar 2,087 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp701,2 miliar dan frekuensi lebih dari 183 ribu transaksi.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat berada di kisaran Rp10.621 triliun.
Pelaku pasar saat ini masih mencermati berbagai perkembangan ekonomi global yang memengaruhi arah investasi.
Perhatian investor tertuju pada data makroekonomi yang dirilis sehari sebelumnya, termasuk perlambatan pertumbuhan ekonomi China yang terjadi di luar perkiraan pasar serta melambatnya inflasi tingkat produsen (Producer Price Index/PPI) di Amerika Serikat.
Kombinasi kedua sentimen tersebut dinilai menjadi faktor yang memengaruhi arah pergerakan pasar keuangan global, termasuk perdagangan saham di Indonesia.
Investor diperkirakan masih akan menunggu perkembangan data ekonomi berikutnya dan berbagai sentimen eksternal yang berpotensi menentukan arah IHSG sepanjang perdagangan hari ini. (Firman/Mun)
-
EKBIS16/07/2026 20:00 WIBDari Aset Jiwasraya ke IPO COIN, Ekonom Pertanyakan Tata Kelola dan Transparansi Pemilik Manfaat
-
NASIONAL16/07/2026 21:00 WIBAkhir Juli, Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Pajak JHT dan Outsourcing
-
RIAU16/07/2026 18:35 WIBPemuda Kampar Diduga Tenggelam Usai Standing di Jembatan Rantau Berangin
-
EKBIS16/07/2026 23:35 WIBIndodax Langgar Aturan OJK dan Bappebti, Polri: Bisa di Pidana
-
OTOTEK16/07/2026 22:00 WIBGIIAS 2026 Jadi Arena Mobil Listrik Baru,
-
NASIONAL16/07/2026 15:00 WIBMandat Komnas Perempuan Diperluas, Rieke: Perlindungan Korban Masih Belum Optimal
-
JABODETABEK16/07/2026 20:30 WIBPramono Anung Cari Skema Non APBD untuk Bangun Kembali JPO Tendean
-
NASIONAL16/07/2026 20:30 WIBKPK Berwenang Ambil Alih Kasus Febrie, Saut: Tinggal Keberanian Pimpinan

















