Connect with us

EKBIS

Rupiah Makin Terpuruk

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Tekanan terhadap rupiah belum juga mereda. Nilai tukar mata uang Garuda kembali dibuka melemah pada perdagangan Kamis (30/7/2026), memperlihatkan bahwa dominasi dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global masih menjadi tantangan berat bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka di level Rp18.075 per dolar AS, melemah 2 poin atau 0,01% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp18.073 per dolar AS. Angka tersebut menegaskan bahwa rupiah masih bergerak di area psikologis yang tinggi terhadap dolar.

Meski sempat menunjukkan perlawanan, tekanan belum sepenuhnya hilang. Pada pukul 09.12 WIB, rupiah berhasil memangkas pelemahan dan bergerak ke Rp18.070 per dolar AS, atau menguat tipis 0,02% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Namun, penguatan kecil itu belum cukup mengubah sentimen pasar yang masih berhati-hati.

BACA JUGA  Rupiah Melesat ke Rp 16.280 per Dolar AS, Imbas Data Transaksi Berjalan Positif

Di pasar global, dolar AS masih menunjukkan kekuatannya terhadap mayoritas mata uang utama dunia. Greenback tercatat menguat 0,03% terhadap yen Jepang, naik 0,13% terhadap pound sterling, menguat 0,13% terhadap euro, serta naik 0,04% terhadap dolar Singapura.

Sebaliknya, dolar AS hanya melemah terhadap beberapa mata uang, yakni yuan China yang menguat 0,08% dan dolar Australia yang terapresiasi 0,8%.

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang juga gagal menandingi kekuatan dolar. Hanya tiga mata uang yang mampu mencatatkan penguatan, yakni yuan China, ringgit Malaysia, dan rupiah yang sempat menguat tipis pada perdagangan pagi.

Sementara itu, mata uang Asia lainnya justru bergerak di zona merah. Won Korea Selatan menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 0,38%, disusul dolar Taiwan yang turun 0,20%, baht Thailand melemah 0,11%, yen Jepang turun 0,04%, dolar Singapura melemah 0,04%, dolar Hong Kong turun 0,01%, serta peso Filipina yang terkoreksi tipis.

BACA JUGA  Pekan Ini, BI Catat Aliran Modal Asing Masuk Rp10,54 T

Kekuatan dolar juga tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY) yang naik ke 100,90, lebih tinggi dibandingkan posisi sehari sebelumnya di 100,88. Kenaikan indeks ini mengindikasikan permintaan terhadap dolar masih tinggi di tengah dinamika pasar keuangan global.

Pelaku pasar kini menanti berbagai sentimen baru, baik dari arah kebijakan bank sentral utama dunia maupun perkembangan ekonomi global, yang akan menentukan apakah rupiah mampu keluar dari tekanan atau justru kembali menghadapi pelemahan pada perdagangan berikutnya. (Firman/Mun)

TRENDING