Connect with us

EKBIS

Bitcoin Jatuh ke USD78 Ribu

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Harga Bitcoin kembali bergerak melemah setelah sempat mencetak reli hingga menembus level USD82 ribu pada pekan lalu. Mata uang kripto terbesar di dunia itu turun hampir 1 persen di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve dan kenaikan harga minyak.

Pada perdagangan Selasa, 8 September 2026, Bitcoin tercatat melemah 0,9 persen. Dikutip dari Investing, Rabu (9/9/2026), harga Bitcoin berada di level USD78.533,7.

Pelemahan tersebut terjadi setelah Bitcoin sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga setengah bulan. Pada pekan lalu, aset kripto terbesar dunia itu bahkan sempat menembus harga di atas USD82 ribu.

Namun, reli tersebut kini mulai kehilangan tenaga.

BACA JUGA  Lautan Merah Kripto: Bitcoin dan Kawan-kawan Dihantam Koreksi

Pasar kembali dibayangi sentimen risiko global, terutama terkait tingginya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Kenaikan harga minyak juga menambah tekanan terhadap aset-aset berisiko.

Bitcoin selama ini dikenal sangat sensitif terhadap perubahan sentimen global. Ketika pasar memperkirakan kebijakan moneter akan semakin ketat atau suku bunga tinggi bertahan lebih lama, investor cenderung melakukan penyesuaian terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Penurunan Bitcoin ke level USD78 ribuan menunjukkan pasar kripto masih berada dalam fase rentan terhadap perubahan ekspektasi kebijakan bank sentral Amerika Serikat.

Meski koreksi yang terjadi masih relatif terbatas, tekanan terhadap Bitcoin menjadi perhatian setelah aset tersebut sebelumnya mencatatkan kenaikan hingga menembus level USD82 ribu.

BACA JUGA  Bitcoin dan Kripto Lainnya Kembali Melemah, Kapitalisasi Pasar Turun

Pergerakan berikutnya kini akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen global, terutama sinyal kebijakan The Fed dan pergerakan harga energi.

Bitcoin sempat terbang menembus USD82 ribu. Namun, ketika sentimen The Fed kembali menghantui pasar, reli kripto terbesar dunia itu mulai kehilangan tenaga dan turun ke kisaran USD78 ribu. (Firman/Mun)

TRENDING