JABODETABEK
Tergiur Uang, Kopda FH TNI Terlibat Penculikan dan Pembunuhan Kepala Bank
AKTUALITAS.ID – Kasus penculikan yang berujung pada pembunuhan MIP, kepala cabang sebuah bank BUMN, menyeret nama oknum prajurit TNI. Kopda FH resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah hasil penyelidikan mengungkap keterlibatannya dalam aksi keji tersebut.
Kapuspen TNI Brigjen Freddy Ardianzah mengungkapkan, motivasi Kopda FH murni karena uang. “Dari hasil pemeriksaan sementara, motifnya karena yang bersangkutan menerima sejumlah uang,” kata Freddy dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/9/2025).
Freddy menjelaskan, Kopda FH berperan sebagai perantara yang mencari orang untuk menjemput paksa korban. Ironisnya, saat peristiwa itu terjadi, ia sedang berstatus THTI (tak hadir tanpa izin) dari satuannya.
“Peran Kopda FH dalam kasus ini adalah sebagai perantara, yakni mencari orang untuk melakukan upaya penjemputan paksa. Dari hasil pemeriksaan sementara, motifnya karena yang bersangkutan menerima sejumlah uang,” jelas Freddy.
Atas keterlibatannya, Kopda FH kini ditahan oleh Polisi Militer Kodam Jaya. Freddy menegaskan, proses hukum akan ditempuh melalui jalur pidana militer.
“Setelah penyidikan selesai dan dinyatakan lengkap, perkara akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Militer untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Kasus ini sekaligus menjadi sorotan publik lantaran menunjukkan bagaimana oknum prajurit bisa terseret dalam praktik kriminal murni karena imbalan materi. (Yan Kusuma/Mun)
-
NASIONAL31/05/2026 14:00 WIBPancasila Lahir di Tengah Perdebatan Panas BPUPKI
-
PAPUA TENGAH31/05/2026 17:00 WIBFreeport Lepas 11.000 Bibit Baramundi dan Kepiting di Pesisir Mimika
-
NASIONAL31/05/2026 16:00 WIBMantan Menhan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia
-
OLAHRAGA31/05/2026 16:30 WIBParis Saint Germain Juarai Liga Champions
-
DUNIA31/05/2026 15:00 WIBDepot Minyak Rusia Dilalap Api Usai Serangan Drone Ukraina
-
PAPUA TENGAH31/05/2026 21:32 WIBCuaca Laut Mimika Memburuk, BPBD Minta Nelayan Tunda Melaut
-
OTOTEK01/06/2026 08:30 WIBPassword Warga Indonesia Disebut Rawan Diretas dalam Hitungan Detik
-
NASIONAL31/05/2026 13:00 WIBKomnas HAM: RUU Ham Ancaman Serius bagi Demokrasi

















