Connect with us

JABODETABEK

Warga Luka Bahu Saat TNI Gerebek Oplos Gas Subsidi di Bogor

Aktualitas.id -

Ilustrasi peluru, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Sebuah video yang beredar di media sosial menghebohkan publik setelah menampilkan dugaan insiden seorang warga terkena tembakan saat penggerebekan tempat pengoplosan gas subsidi di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peristiwa itu disebut membuat korban mengalami luka di bagian bahu.

Menanggapi viralnya video tersebut, Detasemen Polisi Militer III/1 Bogor memastikan kasus ini telah ditangani oleh Pomdam Siliwangi di Bandung.

“Yang pasti (kasus) itu sudah ditangani Pomdam Siliwangi di Bandung. Anggotanya pun anggota Satlak Lidpamfik Pomdam III/Siliwangi,” kata Komandan Detasemen Polisi Militer III/1 Bogor Letkol Cpm Anggi Wahyu Hardiyanto, Rabu (20/5).

Anggi menjelaskan, penggerebekan bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan praktik pengoplosan gas subsidi yang disebut-sebut dibekingi oknum tertentu.

Berdasarkan laporan tersebut, anggota Pomdam Siliwangi bergerak ke lokasi untuk melakukan penindakan. Namun situasi di lapangan berubah ricuh.

“Begitu sampai di sana, tiba-tiba masyarakat muncul keluar, dikeroyok lah mereka,” ujar Anggi.

Dalam kondisi terdesak, petugas disebut mengeluarkan tembakan peringatan. Namun insiden tersebut berujung pada satu warga yang mengalami luka di bagian bahu akibat pantulan peluru atau rekoset.

“Namun terdapat satu warga sipil yang terkena rekoset atau dampak dari tembakan tersebut pada bagian bahu sebelah kanan,” jelasnya.

Korban saat ini telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Pihak TNI juga disebut telah bertanggung jawab atas penanganan korban, sementara kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Sudah diobati juga, tanggung jawab juga anggota TNI untuk masyarakat yang tertembak,” kata Anggi.

Hingga kini, kasus penggerebekan yang berujung insiden penembakan tersebut masih menjadi perhatian publik, terutama setelah video kejadian itu menyebar luas di media sosial dan memicu beragam spekulasi. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version