NASIONAL
MUI Desak Presiden Prabowo Tunda Rencana Kenaikan PPN Menjadi 12 Persen
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menunda rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen, yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Januari 2025. Anwar berargumen bahwa kebijakan tersebut tidak tepat diterapkan di tengah kondisi perekonomian yang lesu dan penurunan daya beli masyarakat.
“Untuk kebaikan semua pihak, sebaiknya pemerintah menunda pelaksanaan kenaikan PPN 12 persen tersebut sampai keadaan dunia usaha dan ekonomi masyarakat mendukung untuk itu,” ungkap Anwar dalam keterangan pers pada Kamis, (26/12/2024).
Dia menegaskan pentingnya pemerintah menepati janjinya untuk memberikan kebijakan yang memberdayakan dan pro rakyat. Anwar juga merujuk pada UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), yang mengamanatkan kenaikan PPN. Namun, dia berpendapat bahwa memaksakan kebijakan tersebut di situasi sekarang justru berpotensi melanggar konstitusi yang mengutamakan kemakmuran rakyat.
“Hal demikian jelas tidak sesuai dengan amanat konstitusi karena konstitusi mengharapkan semua tindakan dan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah harus diarahkan bagi terciptanya sebesar-besar kemakmuran rakyat,” ujarnya.
Kenaikan PPN yang diusulkan mencakup semua barang yang sebelumnya dikenakan pajak, termasuk kebutuhan sehari-hari seperti sabun mandi, makanan siap saji di restoran, pulsa telepon, tiket konser, hingga layanan streaming seperti Netflix. Kebijakan ini turut memicu reaksi negatif di kalangan masyarakat, yang terlihat dari aksi demonstrasi dan petisi di platform change.org dengan judul “Pemerintah, Segera Batalkan Kenaikan PPN!” yang sudah ditandatangani oleh 194.433 orang pada pagi ini.
Dengan semakin banyaknya suara penolakan, MUI berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali keputusan ini demi kepentingan masyarakat dan kondisi ekonomi yang lebih baik. (Damar Ramadhan)
-
OLAHRAGA24/06/2026 04:30 WIBBrazil vs Skotlandia: Penentu Tiket Lolos Grup C Piala Dunia
-
JABODETABEK24/06/2026 05:30 WIBCuaca 24 Juni: Jakarta Tak Bisa Lepas dari Hujan Ringan
-
NUSANTARA23/06/2026 22:31 WIBHerman Deru Dorong Inovasi Daerah Hadapi Efisiensi Anggaran dan Keterbatasan Fiskal
-
EKBIS24/06/2026 00:01 WIBDidukung Kemenpar, KRISTAInterFOOD 2026 Siap Perkuat Industri F&B Nasional
-
OLAHRAGA24/06/2026 05:15 WIBKlasmen Grup H Piala Dunia 2026 Sangat Sengit dan Ketat
-
POLITIK23/06/2026 21:46 WIBNarasi “1998 Redux” Digerakkan Oligarki Serakahnomic
-
EKBIS23/06/2026 23:00 WIBPT KMR Klaim Kasus Minyakita Bermasalah di Wonogiri Tuntas
-
OLAHRAGA24/06/2026 07:15 WIB10 Kafe Seru Nobar Piala Dunia 2026 di Jakarta

















