NASIONAL
Anggota Komisi III DPR: Jangan-Jangan Ada Sabotase di Balik Kebakaran Gedung Kementerian ATR/BPN
AKTUALITAS.ID – Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, meminta agar pihak kepolisian segera mengusut penyebab kebakaran yang terjadi di Kementerian ATR/BPN.
Abdullah menilai bahwa kebakaran tersebut perlu diselidiki lebih lanjut, terutama karena munculnya dugaan bahwa kejadian itu terkait dengan upaya penghilangan barang bukti dalam kasus pagar laut di perairan Tangerang, Banten.
Gus Abduh, sapaan akrab Abdullah, menyatakan tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran tersebut, yang kabarnya terjadi di ruang humas. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk mengusutnya dan berharap penyelidikan dilakukan secara profesional.
Saat ini, kata Gus Abduh, ada dugaan adanya sabotase dan upaya penghilangan barang bukti terkait kasus pagar laut. Menurutnya, spekulasi semacam itu muncul karena Kementerian ATR/BPN sedang menangani kasus tersebut.
Dia juga menekankan pentingnya pihak kepolisian untuk mengusut dugaan tersebut agar tidak menambah spekulasi liar di masyarakat.
Gus Abduh juga mengingatkan agar polisi bekerja cepat, terbuka, dan profesional dalam menangani kasus ini, yang sudah mendapat perhatian luas dari publik.
Ia berharap agar tidak ada upaya sabotase atau tindakan jahat lainnya yang terungkap selama proses penyelidikan. (Mun/Ari Wibowo)
-
RIAU02/10/2026 09:45 WIBPolresta Pekanbaru Amankan Pria dan Ratusan Butir Ekstasi Disita
-
NASIONAL02/10/2026 06:00 WIBPAN Soroti Bahaya Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset
-
JABODETABEK02/10/2026 05:30 WIBBMKG: Hujan Ringan Mengintai Jakarta 2 Oktober
-
NUSANTARA02/10/2026 12:30 WIBTragis! 2 Karyawati Tewas Terjebak Kebakaran Toko Bangunan di Jogja
-
NASIONAL02/10/2026 07:00 WIBPengamat SDI: Jangan Biarkan Nakes Jadi Korban
-
NASIONAL02/10/2026 09:00 WIBDPR Desak Kesiapan RS Hadapi Perubahan Besar JKN
-
NASIONAL02/10/2026 10:00 WIBMekeng: Bahlil Harus Naikkan Nilai Tambang RI
-
EKBIS02/10/2026 09:45 WIB10 Menit Rungkad, IHSG Langsung Terjun Bebas ke Bawah 6.000

















