NASIONAL
Gebrak Energi Nasional: RI akan Miliki Kilang Minyak Terbesar di Asia Tenggara?
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Indonesia mengambil langkah besar dalam sektor energi dengan rencana pembangunan kilang minyak raksasa berkapasitas 1 juta barel per hari (bph). Rencana ini diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (10/3/2025).
Pembangunan kilang minyak ini akan dilakukan di beberapa lokasi strategis, yaitu di Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua, sebagai upaya pemerataan pembangunan. Selain itu, pemerintah juga akan membangun fasilitas penyimpanan minyak (oil storage) dengan kapasitas yang sama, 1 juta bph.
Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor minyak dan memperkuat kemandirian energi nasional. Selain kilang minyak, pemerintah juga akan mempercepat pembangunan pabrik gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai pengganti LPG. Proyek DME ini akan dikerjakan dengan modal dalam negeri, dengan nilai investasi diperkirakan mencapai US$ 11 miliar.
Pemerintah juga akan terus mendorong hilirisasi komoditas lainnya seperti bauksit, nikel, timah, dan pasir kuarsa. Pasir kuarsa akan diolah menjadi panel surya, menjadikannya mineral kritikal dengan potensi keunggulan komparatif bagi Indonesia. (Mun/Yan Kusuma)
-
EKBIS24/08/2026 11:30 WIBEmas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu
-
NASIONAL24/08/2026 17:00 WIBHabiburokhman: Dalang Karhutla Harus Diburu
-
RIAU24/08/2026 20:30 WIBDiapresiasi Presiden Prabowo, Kapolda Riau: Fokus Kami Padamkan Api
-
RIAU24/08/2026 17:30 WIB25 Hari Neraka di Kerumutan, Tim Gabungan Nekat Terjang Kobaran Api Demi Selamatkan Riau
-
NUSANTARA24/08/2026 13:30 WIBBRIN Ungkap Bahaya Tersembunyi di Bawah Cekungan Bandung
-
NASIONAL24/08/2026 14:00 WIBArtikel Komdigi Ditakedown, Kisah Susanah Terkuak
-
JABODETABEK24/08/2026 12:15 WIBRekayasa Lalu Lintas Fatmawati-Haji Nawi Berlaku hingga Desember 2026
-
NASIONAL24/08/2026 20:00 WIBKarhutla Mengganas, DPR Minta Instruksi Tito Dipatuhi Tanpa Tawar

















