Connect with us

EKBIS

Bahlil Optimis Target Migas 610 Ribu Barel Tercapai

Aktualitas.id -

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Target lifting minyak dan gas (migas) sebesar 610 ribu barel per hari (bph) yang dibebankan Presiden Prabowo Subianto ke pundak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuai sorotan tajam dari kalangan akademisi. Angka di RAPBN 2027 ini dinilai bukan sekadar proyeksi produksi biasa, melainkan pertaruhan daya tawar Indonesia di tengah guncangan geopolitik global.

Pakar kebijakan publik FISIP Unpad, Bonti Wiradinata, menilai strategi Bahlil melancarkan kombinasi tiga jurus – eksplorasi lapangan baru (greenfield), optimalisasi sumur eksisting dengan Enhanced Oil Recovery (EOR), dan pemangkasan izin investasi – sudah tepat sasaran.

“Target 610 ribu barel per hari pada RAPBN 2027 berfungsi sebagai defensive baseline untuk menjaga bargaining power Indonesia di tengah volatilitas pasar global,” tegas Bonti, Selasa (18/8/2026).

BACA JUGA  Bahlil: Impor LPG Indonesia Dialihkan dari Timur Tengah, Pasokan Energi Dipastikan Aman

Namun, nada berbeda dilayangkan pakar ekonomi energi UGM, Fahmy Radhi. Ia memberi peringatan keras bahwa kondisi lapangan migas Indonesia mayoritas sudah uzur dan mengalami penurunan alami (natural decline). Berdasarkan tren historis, menahan produksi di kisaran 600 ribu bph saja sudah membutuhkan kerja mati-matian.

Fahmy mengingatkan, tanpa konsistensi tingkat tinggi dalam memoles sumur tua, memanfaatkan sumur rakyat, dan menyuntikkan teknologi modern, target besar yang dipatok pemerintah berisiko menjadi pepesan kosong.

“Selama ini upaya dilakukan mati-matian. Namun jika langkah ekstrim itu tidak dilanjutkan secara konsisten, akan sangat sulit mencapai atau bahkan sekadar mempertahankan produksi di angka tersebut,” sentil Fahmy.

Kini bola panas ada di tangan Kementerian ESDM. Keberhasilan Bahlil mengeksekusi insentif fiskal dan menyedot investasi hulu migas menjadi penentu tunggal: apakah Indonesia mampu mengamankan benteng energinya atau justru makin tercekik ketergantungan impor minyak dunia. (Bowo/Mun)

BACA JUGA  Bahlil: Partai Golkar Siap Sambut Kehadiran Jokowi

TRENDING