NASIONAL
Tim Advokasi Ungkap Kekerasan dan Penangkapan Sewenang-wenang Saat May Day 2025
AKTUALITAS.ID – Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) merilis catatan mengejutkan terkait aksi buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2025 lalu. Mereka mencatat setidaknya 58 orang ditangkap secara sewenang-wenang oleh aparat kepolisian di berbagai daerah, dan 20 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Data tersebut dihimpun TAUD dari aksi yang berlangsung di sekitar Gedung DPR Jakarta, Bandung, Semarang, dan Lhokseumawe. Anggota TAUD, Muhammad Yahya Ihyaroza, dalam konferensi pers Jumat (9/6/2025) mengungkapkan dari 58 orang yang ditangkap, 23 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Rinciannya, 13 di Jakarta, empat di Bandung, dan enam di Semarang. Sisanya diproses sebagai saksi dan kemudian dibebaskan.
Lebih lanjut, Yahya menyoroti adanya pola pengamanan yang dinilai serampangan dan tindakan kekerasan oleh aparat terhadap peserta aksi, termasuk petugas medis. Di Jakarta, empat dari 14 orang yang ditangkap adalah petugas medis yang seharusnya dilindungi.
“Padahal kita sama-sama tahu mereka seharusnya dilindungi dan tidak atau tidak boleh mendapatkan tindak kekerasan apapun,” tegas Yahya.
Tim Advokasi juga menemukan adanya kekerasan fisik seperti pemukulan dan penyeretan, dugaan penjebakan menggunakan ambulans, serta informasi mengenai dugaan kekerasan seksual yang dialami oleh peserta aksi perempuan.
TAUD juga menyoroti narasi yang dibangun oleh kepolisian yang disebut menggunakan kelompok ‘anarko’ sebagai kambing hitam untuk membenarkan tindakan kekerasan dan penangkapan sewenang-wenang terhadap massa aksi buruh. Catatan ini menjadi sorotan serius terkait penanganan aksi unjuk rasa dan perlindungan hak-hak buruh di Indonesia. (Ari Wibowo/Mun)
-
RAGAM13/05/2026 13:30 WIBHantavirus Bisa Bikin Gagal Napas Akut
-
JABODETABEK13/05/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Rabu Ini
-
FOTO13/05/2026 17:55 WIBFOTO: Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Uang Rampasan Rp10,2 Triliun ke Negara
-
NASIONAL13/05/2026 06:00 WIBKetua DPR RI Puan Perintahkan Investigasi Pembubaran Nobar Pesta Babi
-
POLITIK13/05/2026 14:00 WIBDPR Buka Opsi Partai Melebur Demi Lolos Parlemen
-
JABODETABEK13/05/2026 07:30 WIBPolda Metro Buka SIM Keliling di 5 Titik Jakarta
-
OASE13/05/2026 05:00 WIBAyat-Ayat Al-Qur’an tentang Pernikahan yang Wajib Diketahui Muslim
-
POLITIK13/05/2026 13:00 WIBRevisi UU Pemilu Diperingatkan Jangan Jadi Alat Konsolidasi Kekuasaan

















