NASIONAL
Menaker: Integritas dan Profesionalisme Kunci Layanan Publik Berkualitas
AKTUALITAS.ID – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menekankan pentingnya nilai-nilai pegawai dalam meningkatkan kualitas layanan publik, termasuk layanan penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).
Nilai-nilai tersebut dimulai dari integritas dan profesionalisme, diikuti dengan kepedulian terhadap persoalan di lap angan, lalu berwujud menjadi pekerjaan yang bermakna, melampaui kewajiban formal, serta semangat kebersamaan di Kemnaker.
“Nilai-nilai ini menjadi fondasi untuk pelayanan publik yang profesional, adil, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Yassierli kepada Aktualitas.id, Selasa (3/2/2026).
Menaker menekankan konsep Meaningful Work, Beyond the Duty, di mana makna kerja tidak lahir dari jabatan, melainkan dari bagaimana pekerjaan dijalankan setiap hari, baik yang terlihat maupun yang tidak. Dengan melampaui kewajiban formal, seorang aparatur dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Ketika dampak itu dirasakan, makna muncul. Hal ini memberi energi, komitmen, dan memperkuat organisasi dalam jangka panjang,” jelas Yassierli.
Lebih jauh, Menaker menyampaikan prinsip Satu Tim, Satu Kapal. Organisasi harus dipandang sebagai satu kesatuan utuh tanpa keberhasilan parsial. Semua unit diminta mengh apus ego sektoral, bekerja kolaboratif, dan memiliki tujuan serta sense of crisis yang sama.
“Kolaborasi harus dikedepankan, bukan kompetisi. Kebersamaan itu indah,” tegasnya.
Dalam pengelolaan SDM, Menaker Yassierli juga menyoroti prinsip Right Person, Right Position. Penempatan pegawai dilakukan berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerja, dengan integritas dan moralitas sebagai syarat utama.
Praktik ini, lanjut Yassierli, menekankan meritokrasi di atas senioritas, di mana potensi diuji melalui penugasan strategis, proyek penting, atau stretch assignment, serta akses pengembangan diberikan secara adil melalui talent pool, mentoring, dan rotasi lintas fungsi.
“Pendekatan ini meningkatkan keterlibatan, memunculkan talenta tersembunyi, dan memperkuat kepercayaan karena promosi dan penugasan dilakukan secara rasional dan transparan,” kata Yassierli.
Dalam kesempatan tersebut, Yassierli memperkenalkan konsep People-Centric Organization yang menempatkan marwah dan kebangg aan aparatur sebagai fokus utama. Dengan semangat The Power of One, sistem kerja berbasis peran (role-based), serta metode yang lincah (agile) dan meritokratis, lingkungan kerja dirancang aman untuk bertumbuh dan berani menyampaikan pendapat (speak up)
“Spirit organisasi kita adalah A Nice Place to Grow, tempat para pegawai bisa berkembang, berinovasi, dan merasa bangga dalam bekerja. Semua ini dibangun di atas fondasi nilai organisasi dan kepemimpinan yang kuat,” ucapnya. (Purnomo)
-
NUSANTARA15/08/2026 18:30 WIBGempa M 6,4 Simalungun Bikin Warga Medan Hingga Aceh Berhamburan Keluar Rumah
-
NASIONAL15/08/2026 19:00 WIBKemhan Beri Restu Logonya Dipasang di Kapal Haji Isam
-
NASIONAL15/08/2026 13:00 WIBAmnesty: Pidato Prabowo Disebut Minim Bahas HAM
-
NUSANTARA15/08/2026 07:30 WIBBNPB: Gempa M 7 Renggut 2 Nyawa di NTT
-
NUSANTARA15/08/2026 11:30 WIBGempa M7 NTT Telan 5 Korban Jiwa
-
NUSANTARA15/08/2026 10:30 WIBGempa M7 Rusak Rumah hingga Hotel di NTT
-
POLITIK15/08/2026 07:00 WIBDasco Tegaskan Seluruh Fraksi Diajak Bahas RUU Pemilu Pekan Depan
-
NASIONAL15/08/2026 17:00 WIBEddy Soeparno Desak MBG Dibersihkan dari Masalah

















