NASIONAL
Eddy Soeparno: Subsidi Tepat Sasaran Jadi Kunci di Tengah Kenaikan BBM
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menilai kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi merupakan dampak langsung dari ketegangan geopolitik global yang memicu fluktuasi harga energi dunia serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Eddy menegaskan, di tengah tekanan global tersebut, pemerintah tetap berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal dan perlindungan terhadap masyarakat.
“Tidak adanya kenaikan pada BBM bersubsidi serta LPG 3 kilogram menjadi sinyal penting bahwa daya beli masyarakat kecil tetap dijaga,” ujar Eddy Soeparno, Selasa (21/4/2026).
Ia menyebut kebijakan tersebut mencerminkan komitmen negara dalam melindungi kelompok rentan, meskipun kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian.
Pernyataan itu disampaikan Eddy di sela menghadiri rangkaian kegiatan di Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Ketua MPR Ahmad Muzani dan pimpinan MPR lainnya.
Eddy menekankan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi harus diiringi dengan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi.
“Harus ada mekanisme yang konsisten dan tegas agar BBM subsidi dan LPG 3 kg benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak,” tegasnya.
Menurutnya, ketepatan sasaran subsidi menjadi kunci agar kebijakan energi tetap berpihak pada masyarakat kecil.
Lebih jauh, Eddy juga mendorong pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional dengan mengurangi ketergantungan pada energi impor.
Ia menilai komitmen Presiden Prabowo dalam meningkatkan bauran energi terbarukan merupakan langkah strategis yang harus dipercepat.
“Selama ketergantungan terhadap energi fosil masih tinggi, gejolak harga minyak dunia akan terus berdampak pada perekonomian nasional,” jelasnya.
Eddy menambahkan, pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan bioenergi harus menjadi prioritas untuk menciptakan sistem energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, Eddy menegaskan bahwa transisi energi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi Indonesia.
“Ketahanan energi sama pentingnya dengan ketahanan nasional. Transisi energi adalah keharusan,” pungkasnya. (Mun)
-
FOTO22/07/2026 19:28 WIBFOTO: Sudaryono Sapa Staf BGN
-
FOTO22/07/2026 22:00 WIBFOTO: Bangun Paulus Tudungta Jalani Sidang Dugaan Pemerasan
-
JABODETABEK22/07/2026 20:00 WIBRefly Harun Ungkap Kronologi Dugaan Pemerasan Bangun Paulus terhadap VL
-
EKBIS22/07/2026 20:15 WIBKementerian PKP Sederhanakan Persyaratan Program Bedah Rumah, Tata Kelola Tetap Terjaga
-
NUSANTARA22/07/2026 13:30 WIBBikin Geger! Gundukan Raksasa di Grobogan Ternyata Bukan Gunung Api
-
POLITIK22/07/2026 18:30 WIBBawaslu Kampus Connect Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Digital Pemilu
-
JABODETABEK22/07/2026 20:35 WIBSidang Dugaan Pemerasan yang Dilakukan Oknum Pengacara Ditunda hingga 10 Agustus
-
DUNIA22/07/2026 18:00 WIBMedia AS: Trump Kesulitan Lindungi 50 Ribu Tentara

















