NASIONAL
Bulog Pastikan Stok Beras Aman hingga Tahun Depan
AKTUALITAS.ID – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman dan mencukupi hingga tahun depan. Hingga akhir Mei 2026, cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog tercatat mencapai 5,39 juta ton.
Hal itu disampaikan Rizal usai menghadiri kegiatan Pembagian Daging Kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Jumat (29/5/2026).
“Alhamdulillah negara kita saat ini sudah swasembada pangan dan stok juga cukup berlimpah sampai dengan hari ini sudah 5,39 juta ton. Insyaallah ini juga bisa menjamin stok kita untuk keberlangsungan sampai dengan tahun depan,” kata Rizal.
Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian lapangan (PPL), hingga para petani.
“Ini semua support dari seluruh stakeholder dan peran para petani yang luar biasa menghasilkan gabah maupun padi serta beras yang cukup baik sehingga Bulog mampu menyerap semaksimal mungkin,” ujarnya.
Rizal juga mengungkapkan realisasi penyerapan gabah oleh Bulog telah mencapai sekitar 74 persen dari target 4 juta ton atau mendekati 3 juta ton.
“Kalau dari total 4 juta ton, kami sudah sampai 74 persen, hampir 75 persen,” katanya.
Ia menegaskan Bulog akan terus mengantisipasi peningkatan produksi beras nasional dengan tetap menyerap hasil panen petani. Menurut dia, penyerapan tidak bisa dibatasi ketika produksi petani masih tinggi.
“Kalau yang namanya petani panen ini kan tidak bisa kita hentikan. Yang namanya petani sudah tanam, mau tidak mau pasti harus kita serap,” ucap Rizal.
Ia mencontohkan pada 2025 Bulog berhasil menyerap lebih dari target yang ditetapkan pemerintah. Saat itu target penyerapan sebesar 3 juta ton, namun realisasinya mencapai hampir 3,2 juta ton.
“Tahun 2025 kita ditarget 3 juta ton, namun karena petani masih panen terus, kami menyerap lebih dari 3 juta ton, bahkan hampir 3,2 juta ton kemarin,” tuturnya.
Selain menjaga stok dalam negeri, Bulog juga membuka peluang ekspor beras ke Malaysia. Rizal mengatakan pihaknya bersama Kementerian Pertanian akan melakukan kunjungan ke Sarawak usai Idul Adha untuk membahas jumlah ekspor dan skema pengiriman.
“Kalau waktu dekat kami akan ke Sarawak dengan tim dari Kementerian Pertanian untuk memastikan berapa jumlahnya dan harga pastinya,” katanya.
Menurut dia, pemerintah menginginkan harga ekspor tetap memberikan keuntungan bagi petani dan negara. Saat ditanya potensi ekspor melebihi 16 ribu ton, Rizal mengatakan peluang tersebut terbuka.
“Insyaallah seperti itu,” ujarnya.
Di sisi lain, Bulog juga akan mempercepat penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mulai Juni 2026. Penyaluran akan diperkuat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai instansi pemerintah dan wilayah.
“Mulai bulan Juni ini kami akan dorong dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah di berbagai sektor, baik pemerintahan, TNI, Polri, maupun stakeholder lainnya sehingga penyaluran SPHP lebih masif,” kata Rizal.
Ia mengakui distribusi SPHP sempat melambat karena Bulog lebih fokus pada penyerapan gabah selama musim panen.
“Karena kemarin kita fokus dengan kegiatan penyerapan, sehingga penyaluran SPHP memang agak kurang,” katanya.
-
JABODETABEK28/05/2026 22:30 WIBJaringan Curanmor dan Narkoba di Jaktim, Berhasil diungkap Jajaran Polda Metro Jaya
-
RAGAM28/05/2026 23:30 WIBKeluarga dan Karyawan Dapat Pembagian Hewan Kurban dari Irfan Hakim
-
POLITIK29/05/2026 16:09 WIBNurul Arifin: Politik Bukan Lagi Dominasi Laki-Laki Semata
-
FOTO29/05/2026 16:15 WIBFOTO: Momen Dirut Bulog Ahmad Rizal Potong Sapi Kurban untuk Karyawan
-
OLAHRAGA28/05/2026 23:00 WIBKualifikasi Piala Asia U20 2027, Timnas Indonesia Tergabung di Grup H
-
DUNIA28/05/2026 22:00 WIBRodrigo Paz Potong Gaji Menteri dan Presiden 50 Persen Usai Gelombang Protes
-
EKBIS29/05/2026 00:01 WIBBapanas: Harga Beras SPHP Tidak Naik Meski Fluktuasi Kurs Dolar
-
EKBIS29/05/2026 09:30 WIBDrama Bursa Pagi Ini: IHSG Terjun ke 6.112 lalu Melesat ke 6.191

















