Connect with us

NASIONAL

Pengamat: Akar Masalah MBG Adalah Sistem Tata Kelola

Aktualitas.id -

Pengamat Kebijakan Publik, Hilmi Rahman Ibrahim saat menjadi narasumber disebuah diskusi
Pengamat Kebijakan Publik Dr Himli Rahman Ibrahim M.Si

AKTUALITAS.ID – Pengamat Kebijakan Publik Himli Rahman Ibrahim mengatakan, pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai belum menyentuh akar persoalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya, masalah utama program terletak pada lemahnya tata kelola sejak tahap perencanaan.

Menurutnya, secara konsep MBG merupakan program yang baik, namun pelaksanaannya membutuhkan perencanaan yang sangat matang agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan.

“Program ini cukup baik apabila dirancang dan dijalankan dengan perencanaan yang matang,” kata Himli saat dihubungi Aktualitas.id, Kamis (4/6/2026).

Dosen pasca sarjana Unas itu menjelaskan, titik kelemahan pada tahap perencanaan akan berdampak langsung pada pelaksanaan program di lapangan. Dan setiap program strategis nasional membutuhkan kajian yang kuat sebelum dijalankan.

“Jika perencanaannya lemah, maka hampir dapat dipastikan akan menimbulkan berbagai persoalan dalam pelaksanaannya,” tegasnya.

Pria yang berkelar Doktor itu juga menilai pelaksanaan MBG tidak boleh dilakukan secara masif tanpa pengawasan dan pengendalian yang kuat. Ia menyebut tata kelola menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan program.

Selain itu, dirinya menyoroti empat aspek utama yang dinilai lemah, yakni perencanaan, evaluasi, monitoring, dan pengendalian.

“Semua itu merupakan bagian dari tata kelola,” katanya.

Oleh karena itu, Hilmi meminta pemerintah melibatkan lembaga pengawas seperti BPK dan Ombudsman untuk memastikan program berjalan efektif dan akuntabel.

“Negarakan punya banyak lembaga-lembaga yang bisa membantu untuk pengawasan,” pungkasnya.

TRENDING

Exit mobile version