Connect with us

NASIONAL

Sudah Empat Peserta SPPI Meninggal, Pemerintah Baru akan Evaluasi Pelatihan Latsarmil

Aktualitas.id -

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Foto: Tim Media Prabowo

AKTUALITAS.ID – Pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaan pelatihan Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) menyusul meninggalnya 4 peserta saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil). Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur pelatihan berjalan sesuai standar dan mampu menjamin keselamatan peserta.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan setiap tahapan pelatihan akan ditinjau bersama kementerian dan lembaga terkait. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki sistem apabila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaannya.

“Kalau evaluasi jelas. Semua proses akan kami lakukan. Kalau memang ada prosedur yang kurang tepat tentu akan kami perbaiki,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, pemerintah menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga tiga peserta yang meninggal dunia selama mengikuti pendidikan dasar militer. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan indikasi adanya kelalaian dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga peserta. Di sisi lain, proses evaluasi tetap berjalan agar pelaksanaan program menjadi lebih baik,” ujarnya.

Program SPPI merupakan salah satu program pemerintah yang disiapkan untuk mencetak calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Para peserta menjalani serangkaian pembekalan, termasuk latihan dasar militer sebagai bagian dari pembentukan disiplin, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial sebelum ditempatkan di berbagai daerah.

Meninggalnya tiga peserta dalam masa pelatihan memunculkan perhatian publik dan mendorong pemerintah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap mekanisme pelaksanaan Latsarmil. Evaluasi akan mencakup standar kesehatan peserta, metode pelatihan, pengawasan lapangan, hingga kesiapan fasilitas pendukung.

Prasetyo menjelaskan Presiden Prabowo Subianto juga mengikuti perkembangan kasus tersebut dan meminta seluruh pihak terkait melakukan evaluasi secara objektif.

“Presiden memonitor seluruh perkembangan. Evaluasinya dilakukan bersama sama oleh kementerian dan lembaga yang terlibat,” tutur Prasetyo.

Dirinya menegaskan pemerintah tidak ingin mengambil kesimpulan terburu buru sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai. Karena itu, seluruh data dan laporan dari instansi terkait akan menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan.

Pemerintah juga membuka ruang bagi setiap masukan yang bertujuan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi acuan dalam penyempurnaan program agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan memperketat pengawasan kesehatan peserta SPPI setelah jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi empat orang. Pengawasan tersebut dilakukan mulai dari pemeriksaan kesehatan sebelum pelatihan, pemantauan kondisi fisik selama kegiatan berlangsung, hingga penanganan medis apabila ditemukan peserta yang mengalami gangguan kesehatan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem mitigasi risiko dalam setiap tahapan pelatihan. Pemerintah menegaskan keselamatan peserta tetap menjadi prioritas utama di samping pencapaian tujuan pembinaan karakter dan kepemimpinan.

Di sisi lain, proses pelaksanaan Program SPPI tetap akan berjalan dengan sejumlah penyesuaian berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan lintas kementerian. Pemerintah memastikan seluruh rekomendasi yang dihasilkan akan diterapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas program nasional tersebut.

TRENDING