Connect with us

NASIONAL

Viral! Respons Emosional Bahlil Picu Gelombang Kritik di Medsos

Aktualitas.id -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Rekaman video yang memperlihatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, merespons pertanyaan wartawan dengan nada tinggi kembali ramai beredar di media sosial. Video tersebut memicu beragam komentar warganet yang mengaitkannya dengan polemik distribusi LPG 3 kilogram yang sempat menjadi perhatian publik.

Video yang diunggah ulang oleh akun X @Mdy_Asmara1701 pada 6 Februari 2025 memperlihatkan suasana konferensi pers ketika Bahlil menjelaskan kebijakan penataan distribusi LPG 3 kilogram.

Dalam rekaman itu, seorang wartawan kembali mengajukan pertanyaan mengenai kebijakan tersebut. Bahlil kemudian menegaskan bahwa pemerintah telah mengubah status para pengecer menjadi sub-pangkalan agar distribusi gas bersubsidi dapat berjalan lebih tertib.

“Kamu ini dari tadi saya ngomong, kamu ini nggak dengar ya? Pengecer itu dinaikkan menjadi sub-pangkalan. Jadi nggak ada lagi pengecer yang nggak bisa jalan,” kata Bahlil dalam video tersebut.

BACA JUGA  Kearifan Budaya Terkoyak

Ia menjelaskan bahwa sekitar 370 ribu pengecer akan ditingkatkan statusnya menjadi sub-pangkalan dan selanjutnya akan dilakukan pendampingan serta evaluasi terhadap pelaksanaannya.

Namun, potongan video itu kembali menjadi sorotan publik dan memicu berbagai tanggapan di media sosial. Sejumlah pengguna mengaitkan respons Bahlil kepada wartawan dengan pengalaman masyarakat yang saat itu harus mengantre untuk memperoleh LPG 3 kilogram akibat perubahan mekanisme distribusi.

Berbagai komentar bermunculan di platform X. Sebagian pengguna mempertanyakan implementasi kebijakan tersebut, sementara lainnya mengkritik gaya komunikasi Bahlil saat menghadapi pertanyaan media.

Ada pula warganet yang menilai kebijakan seharusnya dijalankan secara bertahap agar perubahan status pengecer menjadi sub-pangkalan selesai terlebih dahulu sebelum pembatasan distribusi diberlakukan. Namun, pandangan tersebut merupakan opini pengguna media sosial dan bukan pernyataan resmi pemerintah.

BACA JUGA  Warga Net Usulkan Ibu Kota RI di Wakanda dan Asgard

Polemik distribusi LPG 3 kilogram memang sempat menjadi perhatian nasional setelah terjadi antrean di sejumlah daerah menyusul perubahan tata niaga penyaluran gas bersubsidi. Pemerintah saat itu menyampaikan bahwa penataan dilakukan untuk memastikan subsidi lebih tepat sasaran serta memperbaiki sistem distribusi.

Meski demikian, video yang kembali viral tersebut menunjukkan bahwa isu LPG 3 kilogram masih menjadi topik sensitif di ruang publik. Respons pejabat terhadap pertanyaan media dan komunikasi kebijakan kepada masyarakat terus menjadi perhatian serta memunculkan beragam penilaian dari publik di media sosial. (Bowo/Mun)

TRENDING