NASIONAL
Muzani: Presiden Berhak Tunjuk Siapa Saja Wakili Negara
AKTUALITAS.ID – Polemik keberangkatan Ketua MPR RI Ahmad Muzani ke Iran untuk menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, terus menjadi perbincangan. Setelah menuai sorotan dari sejumlah kalangan, termasuk Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto (Bambang Pacul), Muzani akhirnya memberikan klarifikasi terkait status keberangkatannya.
Muzani menegaskan dirinya bukan berangkat atas dasar hubungan hierarkis antara Presiden dan MPR, melainkan sebagai utusan khusus yang ditunjuk langsung oleh Presiden untuk mewakili negara dalam agenda diplomatik tersebut.
Menurut Muzani, penugasan itu telah dikoordinasikan bersama Kementerian Luar Negeri dan merupakan bagian dari kewenangan Presiden sebagai kepala negara.
“Presiden meminta kepada saya dan Menteri Luar Negeri untuk hadir pada acara tersebut. Insyaallah kami akan segera berangkat. Sedang diatur keberangkatannya oleh Kementerian Luar Negeri,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab kritik yang sebelumnya dilontarkan Bambang Pacul. Politikus PDI Perjuangan itu mempertanyakan penyebutan Ketua MPR sebagai “utusan Presiden” karena menurutnya hubungan antara Presiden dan MPR bersifat sejajar sebagai lembaga negara, sehingga tidak mengenal mekanisme perintah secara vertikal.
Menanggapi hal itu, Muzani menekankan bahwa yang menjadi dasar bukanlah hubungan antar-lembaga, melainkan kewenangan konstitusional Presiden sebagai kepala negara untuk menunjuk siapa pun yang dinilai layak mewakili Indonesia dalam forum atau acara kenegaraan di luar negeri.
“Presiden itu kepala negara. Kepala negara memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan siapa saja yang dianggap layak mewakili negara. Dalam kasus ini, pertimbangannya tentu merupakan pertimbangan Presiden,” ujar Muzani.
Sebelumnya, Bambang Pacul menyatakan belum memperoleh informasi resmi mengenai penugasan tersebut. Namun ia menegaskan bahwa secara prinsip hubungan antara MPR dan Presiden dibangun di atas asas kesetaraan, sehingga mekanisme penugasan antarlembaga negara menjadi perhatian dalam perdebatan publik.
Perbedaan pandangan tersebut memunculkan diskusi mengenai mekanisme representasi negara dalam agenda diplomasi internasional. Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa penunjukan utusan untuk menghadiri acara kenegaraan di luar negeri merupakan bagian dari kewenangan Presiden dalam menjalankan fungsi diplomasi, sementara keberangkatan Muzani dan Menteri Luar Negeri disebut dilakukan untuk mewakili kepentingan Republik Indonesia dalam prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran. (Bowo/Mun)
-
POLITIK20/07/2026 13:00 WIBPDIP Desak BGN Buka Data Kader yang Diduga Terlibat MBG
-
NUSANTARA20/07/2026 08:30 WIBHujan Tak Henti, Tapanuli Tengah Lumpuh Diterjang Banjir
-
NASIONAL20/07/2026 11:00 WIBDPR Minta Hotman Stop Bawa Nama Prabowo di Kasus Febrie
-
DUNIA20/07/2026 12:00 WIBMojtaba Khamenei: Amerika Akan Menyesal Jika Konflik Terus Dipicu
-
NASIONAL20/07/2026 10:00 WIBBawaslu Tantang Mahasiswa Adu Argumen Soal Hukum Pemilu
-
OTOTEK20/07/2026 12:30 WIBIlmuwan Temukan Planet Mirip Bumi yang Diduga Layak Dihuni
-
NASIONAL20/07/2026 09:00 WIBHina Wartawan, Iwakum Tuntut Hotman Minta Maaf Terbuka
-
DUNIA20/07/2026 08:00 WIBTrump Jual Akses Medsos Rp1,8 Miliar Bulan

















