Connect with us

NASIONAL

BGN Resmi Izinkan Mitra Tendang Yayasan Benalu Makan Gratis

Aktualitas.id -

Kepala BGN, Sudaryono, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas memberantas praktik “yayasan benalu” dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kedapatan menuntut jatah setoran per porsi makanan tanpa memberikan kontribusi apa pun. Mitra pembangunan yang mengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini secara resmi diizinkan untuk memutus kontrak dan mengganti yayasan nakal tersebut.

Kepala BGN, Sudaryono, mengungkap temuan mengejutkan dari proses registrasi pengelola SPPG. Sejumlah yayasan pelindung kedapatan lepas tangan dari tanggung jawab operasional maupun pembinaan dapur. Parahnya, yayasan tersebut justru memalak mitra pengelola dengan meminta setoran dana berdasarkan jumlah ompreng (kotak makan) yang disalurkan kepada penerima manfaat.

“Adanya mitra yang kemudian sudah membangun dapur itu diminta untuk menyetorkan sejumlah uang per ompreng kepada yayasan karena yayasan ini tidak melakukan apapun, tidak memiliki kontribusi apapun, tidak juga aktif di dapur,” tegas Sudaryono di Jakarta, Minggu (4/10/2026).

BACA JUGA  DPR: Evaluasi Program MBG Bukan Berarti MBG Dihentikan

Praktik pemerasan terselubung ini dinilai sangat berbahaya karena langsung memotong alokasi dana gizi yang seharusnya tersalurkan penuh ke dalam porsi makanan. Sudaryono menekankan, beban setoran kepada yayasan tidak aktif berpotensi merusak kualitas makanan yang diterima masyarakat.

Sebagai solusi atas praktik merugikan ini, BGN telah meluncurkan sistem registrasi ganda melalui dua portal terpisah bagi yayasan dan mitra. Mitra yang merasa diperas atau dirugikan kini memiliki keleluasaan penuh untuk mengajukan yayasan baru. Mereka hanya perlu melampirkan bukti kerugian operasional selama bermitra dengan yayasan sebelumnya.

Setiap pengajuan penggantian yayasan akan diproses ketat oleh BGN. Langkah pembersihan ini menjadi harga mati agar seluruh anggaran negara untuk program MBG benar-benar terkonversi menjadi makanan berkualitas dan bergizi tinggi, bukan jatuh ke kantong oknum yayasan yang sekadar menumpang nama. (Bowo/Mun)

BACA JUGA  Muzani: MBG Berdampak Positif pada Ekonomi Desa dan Kesehatan Anak

TRENDING