OTOTEK
Malware Ancam Jutaan Hp Android
AKTUALITAS.ID – Federal Bureau of Investigation (FBI) mengeluarkan peringatan keamanan atas serangan malware yang menyasar ponsel Android. Sebagian besar target serangan adalah jutaan Hp dan produk murah asal China.
Peringatan keamanan siber FBI I-060525-PSA menyebut serangan yang sedang berlangsung menargetkan segala sesuatu mulai dari perangkat streaming, bingkai foto digital, sistem infotainment mobil aftermarket pihak ketiga, dan berbagai macam perangkat pintar di rumah.
Menurut laporan Forbes pada bulan Juli lalu, setidaknya 10 juta perangkat Android yang terinfeksi dari serangan ini. FBI langsung mendesak pengguna yang terdampak untuk memutuskan sambungan perangkat mereka dari internet
Perangkat-perangkat tersebut, semuanya perangkat murah dan tidak bersertifikat, sebagian besar berasal dari China. Serangan tersebut memungkinkan penyerang untuk mengakses jaringan rumah Anda dan seterusnya dengan.
Tim Threat Intelligence Lat61 dari Point Wild merekayasa balik rantai infeksi malware bernama BadBox 2 ini. Hasilnya, mereka menemukan indikator kompromi baru yang telah dibagikan kepada Tim Tanggap Darurat Komputer global, serta penegak hukum. “Malware berbasis Android ini sudah diinstal sebelumnya di firmware perangkat IoT murah, TV pintar, kotak TV, tablet, bahkan sebelum perangkat tersebut meninggalkan pabrik,” kata Kiran Gaikwad dari tim LAT61, dikutip dari Forbes.
“Malware ini secara diam-diam mengubah perangkat tersebut menjadi simpul proxy tempat tinggal untuk operasi kriminal seperti penipuan klik, pengisian kredensial, dan perutean komando dan kontrol (C2) terselubung,” tambahnya.
Sementara itu, Google mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan pada 17 Juli bahwa mereka telah “mengajukan gugatan ke pengadilan federal New York terhadap para pelaku botnet.”
Google juga mengatakan bahwa mereka telah “memperbarui Google Play Protect, perlindungan malware dan perangkat lunak yang tidak diinginkan bawaan Android, untuk secara otomatis memblokir aplikasi yang terkait dengan BadBox.”
Lebih lanjut, beberapa kelompok penjahat siber berpartisipasi diduga berada di balik BadBox 2.0. Masing-masing kelompok berkontribusi pada bagian infrastruktur atau modul penipuan yang mendasari kampanye malware ini.
Kontribusi ini termasuk di antaranya menghasilkan uang dari perangkat yang terinfeksi, penipuan iklan terprogram, penipuan klik, proxyjacking, dan membuat serta mengoperasikan botnet di 222 negara dan wilayah. (Purnomo/goeh)
-
RIAU16/09/2026 18:32 WIB68 Kg Sabu Lenyap Jadi Abu, Bupati Kasmarni: Setiap Gram Narkoba Mengancam Masa Depan
-
DUNIA16/09/2026 12:00 WIBAS Tekor Rp670 T Gempur Iran
-
RIAU16/09/2026 13:00 WIBSIM Bekas Disulap Jadi SIM Palsu, Polisi Bongkar Jaringan di Siak dan Pekanbaru
-
NUSANTARA16/09/2026 12:30 WIBHari Ke-9, SAR Kepung Tenggara Anak Krakatau
-
NASIONAL16/09/2026 19:30 WIBRocky Gerung: Polwan Punya Peran Penting Redam Konflik di Masyarakat
-
EKBIS16/09/2026 16:00 WIBDefiyan: RUU Migas Harus Tunduk pada Pasal 33
-
NASIONAL16/09/2026 20:51 WIBKPU Pilih Optimalkan Anggaran 2027, Pengamat: Bentuk Disiplin Efesiensi
-
POLITIK16/09/2026 17:00 WIBDede Yusuf Bocorkan Threshold 4–5 Persen

















