Connect with us

PAPUA TENGAH

Johannes Rettob Buka TMMD ke-128, Fokus Infrastruktur dan Pemberdayaan Warga

Aktualitas.id -

Upacara pembukaan TMMD ke-128 yang digelar di Lapangan Kodim 1710/Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Rabu (22/4/2026), AKTUALITAS.ID/Ahmad

AKTUALITAS.ID – Bupati Mimika Johannes Rettob resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1710/Mimika tahun anggaran 2026 di Kampung Keakwa, Distrik Mimika Tengah. Kegiatan pembukaan digelar di Lapangan Kodim 1710/Mimika, Jalan Agimuga Mile 32, sekaligus menandai dimulainya operasi bakti terpadu selama satu bulan ke depan.

Sebanyak 150 personel gabungan dari TNI AD, AL, AU, dan Polri diterjunkan dalam program tersebut di bawah komando Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Tengku Jozanda sebagai Dansatgas TMMD ke-128. Program ini difokuskan untuk mempercepat pembangunan di wilayah terpencil yang sulit dijangkau melalui skema pembangunan reguler.

Johannes Rettob menyebut sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Mimika menjadi faktor penting dalam mendorong pemerataan pembangunan, terutama di wilayah kampung yang masih minim akses infrastruktur dan layanan dasar.

“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 1710 Mimika, yang melaksanakan kegiatan ini secara berkesinambungan. Kehadiran TMMD menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Mimika mendukung penuh pelaksanaan TMMD ke-128 ini,” ujar Johannes Rabu, (22/4/2026).

Pada pelaksanaan tahun ini, TMMD ke-128 memprioritaskan pembangunan lima unit rumah panggung tipe 36 serta program unggulan Kepala Staf TNI AD, yakni Manunggal Air dan Manunggal dengan Alam. Kegiatan tersebut mencakup pembangunan lima sumur bor lengkap dengan fasilitas mandi cuci kakus serta rehabilitasi lingkungan melalui penanaman mangrove seluas dua hektare dan pembersihan sampah laut.

Johannes menilai program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kampung Keakwa dan Distrik Mimika Tengah secara menyeluruh.

“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat terwujud pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, seperti akses jalan, rumah layak huni, fasilitas umum, serta sarana pendukung lainnya yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah sasaran,” katanya.

Selain pembangunan infrastruktur, TMMD ke-128 juga menghadirkan program nonfisik berupa penyuluhan bahaya narkoba, penanganan stunting, serta edukasi pemanfaatan hasil laut. Program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan menekan persoalan sosial di tingkat kampung.

Johannes mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Saya menghimbau seluruh masyarakat, khususnya di Kampung Keakwa dan Distrik Mimika Tengah, untuk turut berpartisipasi aktif menjaga hasil pembangunan serta memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun dengan sebaik-baiknya. Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada TNI dan pemerintah, tetapi juga pada peran serta masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Program TMMD dinilai sebagai contoh nyata sinergi yang mampu menghasilkan dampak signifikan bagi masyarakat.

“Kita semua menyadari tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu diperlukan kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak. Program TNI Manunggal Membangun Desa adalah contoh nyata bagaimana sinergi dapat menghasilkan dampak positif yang besar bagi masyarakat,” ucap Johannes.

Program TMMD ke-128 dijadwalkan berlangsung hingga 21 Mei 2026 dengan target meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus pemberdayaan masyarakat di Kampung Keakwa. (Ahmad)

TRENDING