POLITIK
Pemerintah Dalami Usulan Pemilihan Kepala Daerah melalui DPRD
AKTUALITAS.ID – Pemerintah tengah mengkaji usulan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), sebagai alternatif dari sistem pemilihan langsung yang selama ini berlaku. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa seluruh aspek dalam usulan tersebut harus ditelaah secara menyeluruh.
“Kami masih mendalami karena tentu harus dikaji betul semua aspeknya,” ujar Bima Arya saat melakukan kunjungan kerja di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Ia menilai pemilihan melalui DPRD dapat menciptakan sistem pemerintahan yang lebih efisien dan koordinatif. Namun, ia menekankan wacana tersebut tak bisa diputuskan secara sepihak dan harus melibatkan lintas kementerian, termasuk Kemendagri, Bappenas, Kemenko Polhukam, serta DPR.
“Kepala daerah tidak bisa ditunjuk, harus demokratis. Demokratis itu bisa lewat DPRD atau langsung,” tambah Bima Arya.
Isu pilkada oleh DPRD pertama kali mencuat pada Desember 2024 setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinannya terhadap tingginya biaya politik di Indonesia. Menurut Prabowo, skema pemilihan oleh lembaga legislatif berpotensi menekan anggaran negara karena tidak membutuhkan logistik pemilu besar-besaran.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Muhaimin Iskandar, salah satu menteri koordinator Kabinet Merah Putih. Pada 23 Juli 2025, Cak Imin secara terbuka mengusulkan kepada Presiden agar kepala daerah bisa dipilih oleh DPRD atau bahkan ditunjuk oleh pemerintah pusat.
Polemik ini menimbulkan beragam reaksi di kalangan akademisi, aktivis, dan masyarakat sipil yang mempertanyakan apakah langkah tersebut akan memperkuat demokrasi atau justru membuka celah bagi politik transaksional. (Ari Wibowo/Mun)
-
POLITIK06/07/2026 07:00 WIBBocor! Isu ‘Lantai Empat’ DPR Diduga Atur Serangan ke PDIP
-
NASIONAL06/07/2026 17:15 WIBAHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK
-
EKBIS05/07/2026 22:00 WIBBulog Pastikan Serap Hasil Panen Petani Papua Selatan untuk Swasembada Pangan
-
POLITIK06/07/2026 10:00 WIBPDIP Sebut PSI Tak Perlu Ditakuti Meski Jokowi Ikut Safari
-
POLITIK06/07/2026 09:00 WIBPPP: Jangan Kunci Demokrasi dengan PT 7 Persen
-
POLITIK06/07/2026 11:00 WIBPKS: Politik Mahal dan Ruang Gelap Jadi Pemicu Korupsi
-
NASIONAL06/07/2026 06:00 WIBSudjatmiko: Infrastruktur Jabar Jangan Jalan di Tempat
-
POLITIK06/07/2026 13:00 WIBBRIN Khawatir Persiapan Pemilu 2029 Terganggu Jika RUU Molor