Connect with us

POLITIK

Grace Natalie: Saya Sendiri yang Minta PSI Tak Bela Saya

Aktualitas.id -

Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Polemik video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) yang menyeret nama Grace Natalie kian memanas. Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu akhirnya buka suara dan mengungkap alasan di balik keputusan PSI tidak memberikan bantuan hukum kepadanya meski telah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh puluhan aliansi ormas Islam.

Grace menegaskan keputusan tersebut bukan karena dirinya ditinggalkan partai, melainkan atas permintaannya sendiri sebagai pendiri PSI.

“Saya ingin menyampaikan bahwa pernyataan Ketua Harian PSI Ahmad Ali itu didasari oleh permintaan saya sebagai pendiri partai,” kata Grace dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

Grace menjelaskan unggahan terkait video JK di media sosial dilakukan murni atas nama pribadi sebagai warga negara, bukan mewakili institusi PSI.

Karena itu, ia secara langsung meminta partainya tidak ikut terseret dalam polemik hukum yang kini berkembang.

“Saya menginstruksikan kepada Ketua Harian agar tidak melibatkan partai,” ujarnya.

Grace juga menegaskan dirinya tidak meminta pendampingan hukum dari PSI karena hal tersebut justru akan membuat persoalan pribadi menjadi seolah berkaitan dengan institusi partai.

“Saya pikir itu tidak mencerminkan postingan saya sebagai postingan pribadi,” katanya.

Mantan presenter televisi itu mengaku optimistis unggahan yang dibuatnya tidak mengandung unsur pelanggaran hukum.

Menurut Grace, dirinya hanya merespons video JK yang sebelumnya sudah ramai diperdebatkan publik di media sosial maupun berbagai platform digital.

“Video Pak JK itu saya tahu dari media sosial dan media. Sudah banyak kontroversi dan pro kontra di masyarakat,” tuturnya.

Grace menegaskan dirinya bukan pihak yang membuat ataupun mengedit video ceramah JK. Ia hanya memberikan tanggapan terhadap video yang sudah lebih dulu viral.

Dalam unggahannya, Grace mengaku menyoroti potensi penyalahgunaan potongan video tersebut oleh kelompok tertentu untuk melegitimasi tindakan kekerasan.

“Di video saya, saya mengatakan bahwa ini rawan sekali untuk disalahgunakan oleh kelompok-kelompok tertentu. Karena itu saya bilang ada baiknya Pak JK memberikan penjelasan,” katanya.

Meski kini dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh 40 aliansi ormas Islam, Grace menyatakan siap menghadapi proses hukum dan mempertanggungjawabkan unggahannya sebagai warga negara.

“Saya optimistis tidak ada pelanggaran hukum di sana,” tegasnya.

Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan luas setelah unggahan Grace terkait video JK memicu kontroversi dan reaksi keras dari sejumlah kelompok masyarakat. (Bowo/Mun)

TRENDING