Connect with us

POLITIK

64 Guru Besar Desak Hentikan Intimidasi Mahasiswa

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: Meta AI

AKTUALITAS.ID – Gelombang kritik terhadap penanganan aksi mahasiswa di Surabaya terus menguat. Sebanyak 64 guru besar, akademisi, aktivis, dan intelektual dari berbagai perguruan tinggi serta lembaga di Indonesia menyatakan dukungan terbuka kepada gerakan mahasiswa sekaligus mengecam dugaan tindakan represif aparat dalam demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Pernyataan bersama tersebut dirilis pada Sabtu (27/6/2026), menyusul insiden pembubaran aksi dan penangkapan sejumlah peserta demonstrasi yang berlangsung sehari sebelumnya.

Dalam pernyataan itu, para penandatangan menegaskan bahwa gerakan mahasiswa memiliki posisi penting dalam sejarah demokrasi Indonesia sebagai kelompok yang kerap menyuarakan kritik, keadilan, dan kepentingan publik.

“Gerakan mahasiswa adalah pilar penting sejarah perjuangan bangsa ini. Dari masa ke masa, mahasiswa telah membuktikan diri sebagai agen perubahan yang berani menyuarakan kebenaran dan keadilan,” demikian isi pernyataan bersama, dikutip Senin (29/6/2026).

Aliansi tersebut menilai berbagai persoalan nasional, seperti ketimpangan ekonomi, kerusakan lingkungan, hingga melemahnya ruang kritik publik, menjadikan suara mahasiswa semakin penting dalam kehidupan demokrasi.

Karena itu, mereka mengecam segala bentuk dugaan penggembosan, tekanan, maupun intimidasi terhadap mahasiswa yang menyampaikan pendapat di muka umum.

“Kami mengecam keras segala bentuk penggembosan dan intimidasi terhadap mahasiswa. Kebebasan berekspresi dan berorganisasi adalah hak asasi yang dilindungi konstitusi,” tulis pernyataan tersebut.

Para akademisi juga mendesak pemerintah serta perguruan tinggi untuk membuka ruang partisipasi mahasiswa dalam proses demokrasi, bukan justru mempersempit ruang kritik.

Menurut mereka, kampus seharusnya menjadi ruang yang melindungi kebebasan akademik sekaligus kebebasan berekspresi sesuai koridor hukum dan konstitusi.

Forum tersebut turut menegaskan bahwa kalangan intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk tidak berdiam diri ketika nilai-nilai demokrasi dinilai menghadapi tantangan. Mereka menyatakan komitmen untuk terus mengawal perjuangan mahasiswa demi mewujudkan Indonesia yang demokratis, adil, dan menjunjung tinggi kemanusiaan.

Pernyataan itu ditandatangani sejumlah tokoh dari berbagai bidang, di antaranya ekonom, pakar kebijakan publik, akademisi, ahli hukum, pegiat hak asasi manusia, hingga ilmuwan sosial.

Sementara itu, Tim Advokasi Jaringan Anti Kriminalisasi yang terdiri dari LBH Surabaya dan KontraS Surabaya menyampaikan bahwa jumlah peserta aksi #IndonesiaSekarat yang diamankan aparat Polrestabes Surabaya bertambah menjadi 24 orang, termasuk seorang perempuan. Menurut tim advokasi, mereka masih menjalani pemeriksaan hingga Sabtu malam.

LBH Surabaya juga menyebut menerima informasi bahwa dua orang yang diamankan diduga akan diproses dalam perkara narkotika. Sementara itu, beberapa peserta lain disebut akan diproses atas dugaan tindak pidana perusakan tanpa penahanan, sedangkan peserta aksi lainnya dijadwalkan dipulangkan setelah pemeriksaan selesai.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari kepolisian yang menanggapi pernyataan aliansi guru besar maupun penjelasan terkait keseluruhan proses hukum terhadap para peserta aksi yang diamankan. Perkembangan kasus ini masih terus berlangsung. (Bowo/Mun)

Continue Reading

TRENDING