DUNIA
AS Veto Resolusi DK PBB untuk Ke-49 Kalinya Terkait Konflik Israel-Palestina
AKTUALITAS.ID – Amerika Serikat (AS) kembali menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk menangguhkan resolusi yang berusaha mengatasi konflik Israel-Palestina. Pada pemungutan suara yang berlangsung pada Rabu (20/11/2024), AS menolak resolusi yang didukung oleh seluruh anggota DK PBB, baik permanen maupun non-permanen, yang bertujuan untuk menghentikan agresi brutal Israel terhadap Jalur Gaza yang telah meluas ke Lebanon.
Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood, mengungkapkan penyesalannya bahwa Dewan Keamanan tidak dapat mencapai kompromi dalam bahasa resolusi yang diusulkan Inggris, yang dinilai dapat menjembatani perbedaan antara negara-negara anggota. Veto kali ini menjadi yang ke-49 bagi AS terkait konflik ini, yang mencerminkan perlindungan diplomatik kuat AS terhadap Israel.
Sejak 1970, AS telah berulang kali memveto resolusi DK PBB yang berkaitan dengan Israel, termasuk resolusi-resolusi yang menyerukan agar Israel menghentikan agresi terhadap Lebanon dan menarik pasukannya dari wilayah yang dipertikaikan. Salah satu isu kontroversial yang sering menjadi sasaran veto adalah status Yerusalem, di mana AS menentang berbagai upaya internasional untuk mengubah status kota tersebut yang dianggap penting oleh kedua belah pihak. (Damar Ramadhan)
-
NUSANTARA17/10/2026 07:30 WIBAwas! 3 Hari ke Depan Sumut Masih Terkepung Asap Beracun
-
Berita17/10/2026 08:19 WIBFadli Zon Resmikan Museum Keris Indonesia di TMII, Pamerkan 6.021 Koleksi
-
OASE17/10/2026 05:00 WIBKisah Nabi Yunus dan Ikan Besar dalam Surat Ash-Shaffat
-
JABODETABEK17/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah
-
NASIONAL17/10/2026 06:00 WIBBahlil Buka Suara Usai Dikabarkan Bakal Diganti Prabowo
-
DUNIA17/10/2026 08:00 WIBMedia Asing Soroti IHSG Jatuh 469 Poin Usai Pengumuman MSCI
-
JABODETABEK17/10/2026 06:30 WIBJadwal SIM Keliling Jakarta Sabtu 17 Oktober 2026 di 5 Lokasi
-
NASIONAL17/10/2026 07:00 WIBPengamat SDI: Karhutla Berlarut-larut Bisa Coreng Citra Pemerintah

















