DUNIA
Ledakan Dahsyat di Bandar Abbas, Iran: 14 Tewas, Lebih dari 1.100 Orang Butuh Bantuan Medis
AKTUALITAS.ID – Sebuah ledakan besar mengguncang pelabuhan Kota Bandar Abbas di Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada Sabtu (26/4/2025). Ledakan dahsyat ini menewaskan sedikitnya 14 orang dan memaksa lebih dari 1.100 orang mencari bantuan medis akibat luka-luka dan gangguan pernapasan.
Fatemeh Mohajerani, perwakilan resmi pemerintah Iran, menyampaikan melalui akun media sosial X bahwa ada 1.139 permintaan bantuan medis yang tercatat setelah insiden tersebut.
Pada awalnya, kantor berita resmi IRNA melaporkan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh penyimpanan bahan kimia yang tidak sesuai standar. Namun, laporan lain dari Sputnik, mengutip The New York Times, mengungkapkan kemungkinan lain: ledakan mungkin berasal dari bahan bakar rudal padat yang meledak.
Seorang sumber yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan kepada The New York Times bahwa zat yang meledak adalah natrium perklorat, bahan utama yang digunakan dalam pembuatan bahan bakar padat untuk rudal.
Pihak berwenang Iran saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti ledakan yang mengejutkan ini, sekaligus mengevakuasi dan menstabilkan area terdampak. (YAN KUSUMA/DIN)
-
RIAU03/10/2026 13:49 WIBKapolri Rotasi Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan Dipercaya Jadi Kabaharkam Polri
-
NASIONAL03/10/2026 15:00 WIBKuliah Umum di Akpol, Irjen Herry Heryawan: Pemimpin Polri Harus Mampu Membaca Perubahan
-
NUSANTARA03/10/2026 22:00 WIBAnak Durhaka! Ibu Kandung Tewas Dihabisi Pakai Kayu di Halaman Rumah
-
NASIONAL03/10/2026 10:00 WIBOmbudsman Pertanyakan Pembongkaran Klaster Mewah
-
NASIONAL03/10/2026 11:00 WIBMori Hanafi Minta Kemampuan Basarnas Terus Diperkuat Hadapi Operasi Ekstrem
-
POLITIK03/10/2026 16:00 WIBBahlil Pastikan Ada PAW Usai Bamsoet Masuk Wantimpres
-
POLITIK03/10/2026 11:45 WIBBawaslu Sebut Dapil Problematik Perlu Ditata Ulang Jelang Pemilu 2029
-
NASIONAL03/10/2026 13:00 WIBRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Rampung 8 Oktober

















