NASIONAL
Paspampres Piting Mahasiswa Pembawa Poster Kritik Gibran, PDIP: Ini Ancaman Demokrasi
AKTUALITAS.ID – Aksi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) terhadap mahasiswa yang membentangkan poster kritik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Blitar menuai kecaman keras dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Politisi senior PDIP, Guntur Romli, menilai tindakan Paspampres tersebut sebagai bentuk kekerasan dan berlebihan.
“Meskipun para mahasiswa itu akhirnya dilepas, tindakan meringkus, merampas, menangkap, dan menahan mereka adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan menunjukkan arogansi kekuasaan,” ujar Romli kepada wartawan, Kamis (19/6/2025).
Romli menegaskan keberadaan mahasiswa yang hanya ingin menyampaikan aspirasi dan menagih janji kampanye Gibran terkait lapangan pekerjaan tidak seharusnya dianggap sebagai ancaman. “Mereka hanya ingin mengingatkan janji Gibran saat Pilpres, bukan meminta-minta seperti pembagian bansos,” sindirnya.
Lebih lanjut, Romli menyatakan tindakan represif Paspampres tersebut merupakan ancaman serius terhadap pilar demokrasi, kebebasan berpendapat, dan upaya membungkam suara kritis dari masyarakat. PDIP pun menyesalkan reaksi berlebihan dari tim pengamanan Gibran yang dinilai tidak memiliki alasan pembenar. “Kalau mahasiswa datang membawa pujian dan sanjungan, pasti tidak akan ada penangkapan,” imbuhnya.
Insiden ini bermula dari sebuah video amatir yang viral di media sosial, memperlihatkan tiga mahasiswa diamankan oleh sejumlah anggota Paspampres saat Gibran berkunjung ke sebuah rumah makan di Blitar, Jawa Timur, pada Rabu (18/6/2025) siang. Dalam video tersebut, terlihat jelas bagaimana Paspampres memiting dan merebut paksa poster-poster yang dibawa mahasiswa. Bahkan, sempat terjadi aksi kejar-kejaran dengan mahasiswa yang berusaha menghindar.
Poster-poster yang menjadi pemicu tindakan represif itu bertuliskan kalimat-kalimat kritis seperti, “Dinasti Tiada Henti”, “Omon-Omon 19 Juta Lapangan Kerja?”, “Semangat terus bikin bualan Mas Wapres Gibran”, dan “Siapa Percaya Pengangkang Konstitusi”.
Wakapolres Blitar Kota, Kompil Subiyanta, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, tindakan pengamanan dilakukan karena mahasiswa dianggap menerobos barisan rombongan Wapres yang hendak makan siang. Meskipun demikian, ketiga mahasiswa tersebut akhirnya dipulangkan dan tidak diproses hukum. Penjelasan polisi ini tampaknya tidak meredakan kemarahan PDIP yang melihat insiden ini sebagai bentuk pembungkaman suara kritis dan tindakan anti-demokrasi. (Ari Wibowo/Mun)
-
PAPUA TENGAH08/05/2026 19:30 WIBFreeport Setor Tambahan Dividen Untuk Pemprov dan 8 Kabupaten se-Papua Tengah
-
POLITIK08/05/2026 20:00 WIBGus Ipul Sebut Menag Berpeluang Pimpin PBNU
-
POLITIK08/05/2026 17:00 WIBDPD RI Desak Regulasi Pemilu 2029 Segera Disiapkan Pasca Putusan MK
-
NASIONAL08/05/2026 16:00 WIBHaerul Saleh Teriak “Kebakaran” Sebelum Tewas Terjebak Api
-
JABODETABEK09/05/2026 09:30 WIBRatusan Siswa SD di Cakung Tumbang Usai Santap MBG
-
NUSANTARA08/05/2026 16:30 WIB2 Wisatawan Asing Diduga Meninggal Akibat Erupsi Dukono
-
POLITIK08/05/2026 18:00 WIBAhmad Ali Siap Jadi Jembatan ke JK
-
DUNIA08/05/2026 19:00 WIBIran Klaim Serang Kapal Militer AS di Selat Hormuz

















