EKBIS
Rupiah Akhirnya Bangkit, Dolar AS Turun ke Rp16.350 di Pembukaan Perdagangan
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (30/7/2025). Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka menguat 0,24% ke level Rp16.350 per dolar AS, setelah sebelumnya berada di kisaran Rp16.390.
Penguatan ini turut dipengaruhi oleh pelemahan indeks dolar AS yang pada pukul 09.00 WIB tercatat turun 0,12% ke level 98,77, setelah mencatat reli selama empat hari berturut-turut.
Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari luar negeri, pasar saat ini tengah menantikan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan diumumkan pada Rabu malam waktu AS atau Kamis dini hari WIB. Meski pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga, perhatian utama tertuju pada proyeksi kebijakan ke depan. Ekspektasi bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pada September mendatang menjadi salah satu faktor pendukung penguatan mata uang emerging market, termasuk rupiah.
Sementara dari dalam negeri, sentimen positif datang dari rilis data investasi semester I-2025. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melaporkan realisasi investasi nasional mencapai Rp942,9 triliun, tumbuh 13,6% secara tahunan (yoy). Angka ini sudah memenuhi 49,5% dari target investasi 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa investasi terdiri dari:
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN): Rp510,3 triliun (54,1%)
Penanaman Modal Asing (PMA): Rp432,6 triliun (45,9%)
Data ini menunjukkan bahwa minat investor asing terhadap Indonesia tetap tinggi, sekaligus mencerminkan keyakinan terhadap prospek ekonomi nasional. Realisasi ini memberikan angin segar bagi pasar keuangan domestik, memperkuat kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi, dan menopang pergerakan rupiah di tengah tekanan global.
Dengan fundamental ekonomi yang solid dan potensi arus masuk modal asing (capital inflow) yang berkelanjutan, tekanan terhadap rupiah diperkirakan dapat teredam, terutama jika arah kebijakan The Fed ke depan cenderung dovish. (Yoke Firmansyah/Mun)
-
FOTO24/08/2026 11:15 WIBFOTO: Momen Budi Arie Potong Tumpeng Rayakan HUT ke-12 Projo
-
NASIONAL24/08/2026 07:00 WIBPrabowo Siap Terbang ke NTT Usai Tinjau Karhutla Kalimantan
-
NASIONAL24/08/2026 11:15 WIBSDI Bongkar Jalan Panjang Kedaulatan Indonesia
-
JABODETABEK24/08/2026 06:30 WIBSenin Ini SIM Keliling Hadir di 5 Wilayah Jakarta
-
NASIONAL24/08/2026 09:00 WIBIsu Haji Isam Koordinator Karhutla Dibantah Tegas Istana
-
NUSANTARA24/08/2026 08:30 WIB66 Ribu Warga Kalteng Terserang ISPA
-
NASIONAL24/08/2026 10:00 WIBBPS Ungkap Data Desil 290 Juta Warga Indonesia
-
EKBIS24/08/2026 09:30 WIBIHSG Tembus 6.544 Pagi Ini

















