OLAHRAGA
FIFA Perkenalkan FVS, Alternatif VAR yang Lebih Murah
AKTUALITAS.ID – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) memperkenalkan Football Video Support (FVS) sebagai alternatif baru dari sistem Video Assistant Referee (VAR) yang selama ini digunakan dalam pertandingan profesional.
Dalam keterangan resminya pada Selasa (7/10/2025), FIFA menjelaskan bahwa FVS dirancang agar lebih mudah diakses dan lebih hemat biaya, sehingga dapat diterapkan di lebih banyak kompetisi, termasuk level yang belum mampu menggunakan teknologi VAR penuh.
Meski memiliki fungsi serupa, FVS menghadirkan mekanisme yang berbeda. Proses peninjauan dalam sistem ini hanya bisa diinisiasi oleh pelatih kepala, yang mendapat dua kesempatan selama pertandingan, serta satu tambahan di waktu ekstra.
Setelah permintaan diajukan, wasit akan meninjau rekaman pertandingan melalui monitor di tepi lapangan, memanfaatkan berbagai sudut kamera dan fitur pemutar ulang untuk memastikan keputusan yang adil.
Jika hasil peninjauan mengubah keputusan di lapangan, maka tim yang mengajukan tidak kehilangan hak untuk meminta FVS di kesempatan berikutnya. Namun, jika permintaan dinilai tidak tepat, maka pelatih kehilangan satu kesempatan peninjauan.
Sama seperti VAR, sistem FVS dapat digunakan untuk meninjau empat situasi krusial, yakni:
- Gol atau tidak gol,
- Penalti atau tidak penalti,
- Kartu merah langsung, dan
- Kesalahan identifikasi pemain penerima kartu.
FIFA menegaskan bahwa uji coba FVS telah diperluas ke berbagai kompetisi non-FIFA, setelah disetujui dalam Rapat Umum Tahunan ke-139 Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB).
Persetujuan ini sekaligus membuka peluang bagi asosiasi sepak bola anggota di seluruh dunia untuk mengadopsi sistem baru tersebut melalui Tantangan Inovasi FIFA. Sejumlah penyedia teknologi yang berpengalaman dalam Program Kualitas FIFA juga telah memamerkan sistem mereka dalam uji coba langsung bersama ofisial pertandingan dan operator liga.
Dengan hadirnya FVS, FIFA berharap teknologi pengambilan keputusan berbasis video dapat menjangkau lebih banyak level kompetisi, sekaligus menjaga keadilan dan integritas pertandingan tanpa harus menanggung biaya besar seperti VAR. (PURNOMO/DIN)
-
POLITIK28/06/2026 16:43 WIBMeski Didukung Jokowi, Tidak Jaminan PSI akan Jadi Partai Besar
-
RIAU28/06/2026 20:30 WIBFahmil Qur’an Bengkalis Melaju ke Final MTQ Riau 2026 Usai Raih Nilai Tertinggi
-
NASIONAL29/06/2026 00:00 WIBDPR Desak Kemhan Hentikan Sementara Latsarmil SPPI 2026
-
EKBIS28/06/2026 21:00 WIBPrabowo Diminta Tinjau Ulang Rencana Aturan Kadar Tar dan Nikotin Rokok
-
WARGANET28/06/2026 20:00 WIB“Raja Rakus Bin Tamak” hingga “Raja Ngibul”, Komentar Warganet Warnai Gelar Jokowi
-
POLITIK28/06/2026 22:30 WIBPengamat Sebut Parpol Harus Punya Enam Modal Agar Punya Kekuatan Besar di Indonesia
-
POLITIK28/06/2026 17:29 WIBBesok, DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik Anggota KPU RI Terkait Penggunaan Helikopter
-
POLITIK29/06/2026 11:00 WIBPartai Buruh Oleng Dihantam Badai Pengunduran Diri 1,3 Juta Kader

















