Connect with us

EKBIS

IHSG Sesi Pertama Naik 81 Poin ke 8.098

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada pembukaan perdagangan Selasa, (3/3/2026). Mengacu data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG menguat 74,796 poin atau 0,93% ke level 8.091,629 dari posisi pembukaan di 8.059,868.

Sepanjang sesi awal perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 8.098,392 dan terendah 8.023,126. Pada pukul 09.13 WIB, indeks tercatat naik 61,12 poin atau 0,76% ke 8.077,9.

Dalam 13 menit pertama perdagangan, total nilai transaksi mencapai Rp8,39 triliun dengan volume 7,47 miliar saham dan frekuensi 426.249 kali. Hingga pukul 09.40 WIB, nilai transaksi meningkat menjadi Rp10,49 triliun dengan 11,56 miliar saham diperdagangkan dalam 716.668 kali transaksi.

Sebanyak 437 saham tercatat menguat, 188 saham melemah, dan 114 saham stagnan.

Pada perdagangan intraday sesi pertama, IHSG sempat melesat 1,01% atau naik 81 poin ke level 8.098,39, nyaris menyentuh level psikologis 8.100. Namun setelah itu, penguatan terkoreksi dan tersisa sekitar 0,3%.

Mayoritas sektor perdagangan bergerak positif. Pelemahan hanya dicatatkan sektor konsumer non primer. Lonjakan terbesar berasal dari sektor energi dan konsumer primer.

Saham tambang menjadi motor penggerak IHSG pagi ini, dengan kontribusi signifikan dari emiten seperti FILM, ANTM, dan MDKA. Sementara itu, saham energi paling aktif diperdagangkan antara lain BUMI, MEDC, dan ENRG.

Pergerakan IHSG terjadi di tengah tekanan global akibat konflik yang memanas di Timur Tengah. Perang udara antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran berdampak pada lonjakan harga minyak serta terganggunya pelayaran di Selat Hormuz.

Harga minyak mentah berjangka AS tercatat naik menjadi US$71,33 per barel, sementara Brent melonjak ke US$78,07 per barel.

Di sisi domestik, Badan Pusat Statistik melaporkan inflasi Februari 2026 sebesar 0,68% secara bulanan, tertinggi sejak April 2025. Secara tahunan, inflasi mencapai 4,76% (yoy), tertinggi sejak Maret 2023.

Meski demikian, neraca perdagangan Januari 2026 mencatat surplus US$960 juta, memperpanjang tren surplus menjadi 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2021. Ekspor tercatat sebesar US$22,16 miliar, lebih tinggi dari impor US$21,20 miliar.

Dari sisi industri, S&P Global melaporkan PMI manufaktur Indonesia Februari 2026 berada di level 53,8, meningkat dari 52,6 pada Januari, menandakan sektor manufaktur masih dalam fase ekspansi.

Sementara IHSG menguat, mayoritas pasar Asia-Pasifik dibuka melemah. Indeks Kospi Korea Selatan turun hampir 2%, Nikkei 225 Jepang turun 0,42%, dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,57%.

Di Amerika Serikat, S&P 500 naik tipis 0,04%, Nasdaq menguat 0,36%, sedangkan Dow Jones turun 0,15%.

Analis memperkirakan volatilitas pasar masih tinggi hari ini, dipicu ketidakpastian global, konflik Timur Tengah, serta rilis data ekonomi domestik. (Firmansyah/Mun)

TRENDING