Berita
Sebut Azis Syamsuddin Minta “Fee” eks Bupati Lamteng Dilaporkan
AKTUALITAS.ID – Forum Masyarakat Pemantau Hukum Indonesia (FMPHI) melaporkan mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik terhadap Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Koordinator FMPHI San Salvator melaporkan Mustafa atas pernyataan Mustafa yang menyebut Azis meminta fee sebesar 8 persen untuk dana pengesahan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017 untuk […]
AKTUALITAS.ID – Forum Masyarakat Pemantau Hukum Indonesia (FMPHI) melaporkan mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik terhadap Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.
Koordinator FMPHI San Salvator melaporkan Mustafa atas pernyataan Mustafa yang menyebut Azis meminta fee sebesar 8 persen untuk dana pengesahan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017 untuk wilayah Lampung Tengah.
“Kami laporkan sebagai delik perbuatan Mustafa yang diduga melakukan tindak pidana pencemaran nama baik terhadap Azis Syamsuddin yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI 2019—2024,” kata San Salvator di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (15/1/2020).
Namun, laporan tersebut belum diterima penyidik Bareskrim karena bukti-bukti harus dilengkapi.
Pihaknya berjanji akan kembali ke Bareskrim dengan membawa dokumen-dokumen kelengkapan.
“Nanti kami lengkapi bukti-bukti, tadi penyidik minta begitu, dilengkapi buktinya,” katanya.
Mustafa adalah mantan Bupati Lampung Tengah yang menjadi terpidana kasus korupsi karena terbukti menyuap beberapa anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah dengan uang senilai Rp9,6 miliar.
Mustafa divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta, 23 Juli 2018.
Ia kini tengah menjalani masa hukuman akibat perkara suap DAK Lampung Tengah 2017.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dilaporkan ke KPK dan MKD DPR RI atas dugaan permintaan fee terkait dengan DAK Lampung Tengah 2017.
Tudingan tersebut dianggap sebagai pembunuhan karakter politikus Partai Golkar itu.
Azis menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Terkait dengan diri saya. Saya berharap tidak dipolitisasi yang mengarah kepada pembunuhan karakter,” kata Azis. [ANT]
-
EKBIS02/05/2026 17:30 WIBBeri Dampak Sosial-Ekonomi, Danantara Evaluasi Beragam Peluang
-
PAPUA TENGAH02/05/2026 23:00 WIBAntusiasme Tinggi Warnai Upacara Hardiknas di SD Naena Kekwa Bersama Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika
-
PAPUA TENGAH02/05/2026 16:30 WIBYan Mandenas dan Kapolda PPT Pantau Pendistribusian dan Cek Kesiapan Stok Beras di Bulog KC Timika
-
JABODETABEK02/05/2026 19:00 WIBKoridor Baru Layanan Biskita Trans Depok Mulai Dikembangkan
-
POLITIK02/05/2026 18:30 WIBMegawati: Pancasila Harus Jadi Ruh Hukum di Tengah Hiper-Regulasi
-
NASIONAL02/05/2026 18:00 WIBKPAI Minta Proses Hukum Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Ciawi
-
DUNIA02/05/2026 19:30 WIBUSS Gerald R. Ford Tinggalkan Timur Tengah
-
OLAHRAGA02/05/2026 20:00 WIBPeran Indonesia di Motorsport Global Diperkuat Pertamina

















