OASE
Fakta Ka’bah: Dibangun Sejak Zaman Nabi Adam?
AKTUALITAS.ID – Kisah pembangunan Ka’bah menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Ayat utama yang menjelaskan momen tersebut terdapat dalam QS Al-Baqarah ayat 127.
Dalam ayat itu dijelaskan bagaimana Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Nabi Ismail AS, meninggikan fondasi Baitullah sambil memanjatkan doa agar amal mereka diterima oleh Allah SWT.
Ka’bah sebagai Rumah Ibadah Pertama
Al-Qur’an juga menegaskan bahwa Ka’bah merupakan rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia. Hal ini tertuang dalam QS Ali Imran ayat 96-97 yang menyebutkan bahwa Baitullah di Bakkah (Makkah) diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.
Ka’bah sendiri terletak di Masjidil Haram dan menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia dalam melaksanakan salat, serta pusat ibadah haji dan umrah.
Perintah Menyucikan Ka’bah
Dalam QS Al-Hajj ayat 26, Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyucikan Ka’bah bagi orang-orang yang tawaf, i’tikaf, rukuk, dan sujud. Sementara dalam QS Al-Baqarah ayat 125, Ka’bah disebut sebagai tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia.
Sejarah Pendirian Ka’bah
Para ulama memiliki beberapa pendapat mengenai awal mula pembangunan Ka’bah. Sebagian menyebutkan bahwa bangunan ini pertama kali dibangun oleh malaikat sebelum manusia diciptakan.
Pendapat lain menyatakan bahwa Nabi Adam AS adalah manusia pertama yang membangun Ka’bah di bumi. Namun, bangunan tersebut mengalami kerusakan akibat banjir besar pada masa Nabi Nuh AS.
Pembangunan kembali Ka’bah dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS atas perintah Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam QS Al-Baqarah ayat 127. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah tauhid.
Renovasi Ka’bah dari Masa ke Masa
Sepanjang sejarah, Ka’bah telah mengalami beberapa kali renovasi, mulai dari masa Nabi Ibrahim, kaum Jurhum, hingga suku Quraisy sebelum masa kenabian Nabi Muhammad SAW.
Renovasi juga dilakukan untuk memperkuat struktur bangunan akibat faktor usia, banjir, dan kondisi alam. Bahkan, Nabi Muhammad SAW turut serta dalam proses renovasi Ka’bah sebelum diangkat menjadi Rasul.
Makna Spiritual Ka’bah
Ulama Indonesia, Abdul Malik Karim Amrullah, menjelaskan bahwa Ka’bah disebut sebagai Baitullah bukan karena Allah berada di dalamnya, melainkan sebagai simbol tempat ibadah kepada Allah Yang Maha Esa.
Ka’bah menjadi simbol tauhid dan persatuan umat Islam, di mana seluruh Muslim dari berbagai penjuru dunia menghadap ke arah yang sama saat beribadah.
Ayat-ayat Al-Qur’an tentang Ka’bah tidak hanya menjelaskan sejarah pembangunannya, tetapi juga menegaskan perannya sebagai pusat ibadah dan simbol keesaan Allah. Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail dalam membangun Ka’bah menjadi teladan tentang keikhlasan, ketaatan, dan pengabdian kepada Allah SWT. (Mun)
-
OLAHRAGA12/05/2026 20:00 WIBThailand Open 2026, Thalita Berhasil Amankan Tiket ke Babak Utama
-
PAPUA TENGAH12/05/2026 16:00 WIBHari Kedua Forum Strategis Papua Fokus Matangkan Langkah Teknis dan 12 Poin Komitmen Timika
-
DUNIA12/05/2026 15:00 WIBPangkalan AS di Timur Tengah Jadi Magnet Serangan Iran
-
PAPUA TENGAH12/05/2026 19:00 WIB8 Pemuda Suku Kamoro Lulus IPN, Siap Kerja di Industri Perhotelan
-
JABODETABEK12/05/2026 14:30 WIBJakarta Catat Empat Kasus Hantavirus Sepanjang 2026
-
POLITIK12/05/2026 21:30 WIBEnam Poin Krusial Hasil Forum Strategis Papua: Dari Revisi PMK hingga Sekretariat Bersama
-
OLAHRAGA12/05/2026 17:30 WIBPerempat Final Italian Open Pertemukan Swiatek dan Pegula
-
RAGAM12/05/2026 17:00 WIBUntuk Kesehatan Jangka Panjang, Kecantikan Regeneratif Kian Diminati

















