NUSANTARA
BMKG: Sebagian Besar Kalbar Rawan Karhutla
AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak merilis peringatan dini terkait meningkatnya ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat. Berdasarkan pantauan terbaru, sebanyak 340 titik panas (hotspot) telah terdeteksi di berbagai titik.
Kondisi ini diperparah dengan indeks potensi kemudahan kebakaran yang menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kalimantan Barat kini berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
BMKG mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam tiga hari ke depan. Minimnya curah hujan di beberapa area membuat vegetasi lahan menjadi kering dan rentan tersulut api.
“Waspada terhadap indeks potensi kemudahan Karhutla hingga 29 Maret 2026 mendatang. Sebagian besar wilayah Kalimantan Barat berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar,” tulis keterangan resmi BMKG, Jumat (27/3/2026).
Secara umum, cuaca di Kalimantan Barat dari pagi hingga sore hari diperkirakan akan didominasi oleh kondisi cerah berawan. Suhu udara diprakirakan cukup terik, berkisar antara 22 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 60% hingga 98%.
Meskipun cuaca panas mendominasi, BMKG memprediksi adanya potensi hujan ringan pada malam hingga dini hari di beberapa wilayah timur Kalimantan Barat.
“Untuk malam hingga dini hari, kondisi dominan berawan. Namun, di Kapuas Hulu, Sintang, dan Sekadau terdapat peluang hujan dengan intensitas ringan,” tambah BMKG.
Pergerakan angin di wilayah Kalbar saat ini terpantau berasal dari arah barat laut hingga timur laut. Kecepatan angin berkisar antara 10 hingga 30 kilometer per jam, yang jika terjadi kebakaran, dapat mempercepat perambatan api di lahan terbuka.
BMKG meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi, baik situs web maupun media sosial BMKG Kalimantan Barat.
“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi terkini guna menghindari dampak buruk dari potensi Karhutla yang sedang meningkat,” pungkasnya. (Kusuma/Mun)
-
NASIONAL12/08/2026 14:00 WIBMabes TNI Bantah Ambil Alih Keamanan
-
NUSANTARA12/08/2026 15:15 WIBTak Nikmati Keuntungan, Enam Terdakwa Kasus Tanjung Perak Minta Dibebaskan
-
NUSANTARA12/08/2026 08:30 WIBDana Desa Belum Beres, Massa Bakar Kantor Pemerintah
-
JABODETABEK12/08/2026 12:30 WIBPolisi Bekasi Tangkap Debt Collector Brutal
-
NUSANTARA12/08/2026 07:30 WIBPanik Diteriaki Korban, Maling Apes Terpental dan Tewas di Tempat
-
NASIONAL12/08/2026 13:00 WIBTanpa Sekat, KPU dan Wartawan Satu Arena
-
POLITIK12/08/2026 07:00 WIBWartawan Disemprot, Benny Harman Kini Minta Maaf
-
NASIONAL12/08/2026 10:00 WIBKoalisi Sipil Ingatkan Risiko Dwifungsi ABRI

















