JABODETABEK
Program MBG Beroperasi Lagi, 3.298 Porsi Didistribusikan di Kemayoran
AKTUALITAS.ID – Program Makan Bergizi Gratis kembali beroperasi pasca Lebaran dengan penguatan pengawasan keamanan pangan di seluruh tahapan produksi dan distribusi. Pada hari pertama, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Harapan Mulia I Kemayoran mendistribusikan 3.298 porsi kepada penerima manfaat.
Kepala SPPG Harapan Mulia I Kemayoran, Fakhri Irfan Pribadi, menjelaskan operasional dimulai setelah melalui evaluasi menyeluruh bersama berbagai pihak untuk menjaga kualitas layanan.
“Untuk persiapan dibukanya MBG kembali pasca Lebaran atau pasca Ramadan, relawan merasa senang karena mulai bekerja kembali. Persiapannya sama seperti sebelumnya, kami melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum tahapan operasional,” kata Fakhri di Kemayoran, Selasa, (31/3/2026).
Evaluasi dilakukan secara internal bersama Badan Gizi Nasional, mitra yayasan, dan relawan. Koordinasi juga dilakukan dengan instansi terkait keamanan pangan seperti BPOM dan Kementerian Kesehatan.
“Evaluasi dilakukan secara internal bersama BGN, mitra yayasan, dan relawan. Secara eksternal, kami juga berkoordinasi dengan instansi yang menangani keamanan pangan seperti BPOM dan Kementerian Kesehatan,” ujar dia.
Distribusi pada hari pertama menjangkau tujuh sekolah dan satu posyandu dengan pembagian waktu terstruktur mulai pukul 07.00 hingga siang hari.
Sebelum makanan didistribusikan, dilakukan uji kualitas secara ketat melalui pengujian organoleptik bersama tenaga ahli gizi.
“Kami melakukan uji organoleptik bersama KSPG dan ahli gizi sebelum distribusi. Jika terdapat aroma, tekstur, atau kualitas yang tidak sesuai, makanan ditarik dan tidak didistribusikan,” kata Fakhri.
Pengawasan keamanan pangan diterapkan dari penerimaan bahan baku hingga distribusi dengan sistem HACCP. Bahan yang tidak memenuhi standar langsung dikembalikan kepada pemasok.
“Jika bahan baku tidak sesuai dari segi aroma atau tekstur, kami kembalikan ke supplier,” ujarnya.
Evaluasi operasional mencakup kualitas makanan, kebersihan relawan, keamanan pangan, kapasitas sumber daya manusia, edukasi gizi, pengelolaan limbah, serta sanitasi lingkungan.
SPPG juga mengantisipasi risiko alergi pada penerima manfaat dengan mendata kondisi siswa bersama pihak sekolah.
“Kami bekerja sama dengan sekolah untuk mendata alergi siswa. Jika ada alergi, menu diganti, misalnya dari ikan menjadi ayam,” kata Fakhri.
Dalam pelaksanaannya, sebagian besar tenaga kerja berasal dari masyarakat sekitar sesuai ketentuan program.
“Sesuai juknis, 70 persen SDM berasal dari warga sekitar,” ujarnya.
Peningkatan kapasitas relawan dilakukan secara berkala untuk menjaga standar operasional tetap konsisten.
“Kami melakukan evaluasi berkala setiap satu hingga dua minggu. Evaluasi meliputi edukasi gizi, pelatihan relawan, dan kemampuan SDM,” kata Fakhri. (Ari Wibowo)
-
FOTO31/03/2026 18:00 WIBFOTO: Zulhas Buka Rakernas I PAN
-
JABODETABEK31/03/2026 14:30 WIBKaryawati Jakpus Jadi Korban Kekerasan Seksual Atasan
-
RIAU31/03/2026 18:17 WIBNelayan Meranti Terima 20 Mesin Ketinting, Kapolda Riau Dorong Ekonomi Pesisir
-
NASIONAL31/03/2026 14:00 WIB3 Prajurit TNI Gugur, DPR Desak RI Lawan Israel
-
NUSANTARA31/03/2026 06:30 WIBBuron 4 Hari, Pembunuh Staf Bawaslu Akhirnya Menyerah
-
RAGAM31/03/2026 13:30 WIBBRIN Ingatkan Risiko Panen Turun Akibat Cuaca Ekstrem
-
NASIONAL31/03/2026 18:31 WIBKronologi Dokter Magang di Cianjur Meninggal Dunia usai Tangani Pasien Campak
-
OASE31/03/2026 05:00 WIBSiapa yang Pertama Tawaf di Ka’bah?

















