NUSANTARA
Waspada Kemarau! 12 Daerah di Sumsel Masuk Zona Merah Rawan Karhutla
AKTUALITAS.ID – Menjelang datangnya musim kemarau, ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menghantui wilayah Sumatra Selatan (Sumsel). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel secara resmi telah memetakan 12 kabupaten/kota yang masuk dalam zona rawan dan menjadi prioritas penanganan.
Kepala BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana, menegaskan bahwa belasan daerah tersebut memiliki rekam jejak dan potensi karhutla dengan luasan yang sangat signifikan sehingga membutuhkan pengawasan ekstra ketat.
“Ada 12 daerah di Sumsel yang rawan karhutla, wilayah-wilayah ini selalu menjadi perhatian,” ungkap Iqbal dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).
Adapun 12 wilayah yang masuk dalam daftar rawan karhutla tersebut meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Lahat. Kemudian disusul Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, Ogan Ilir, serta OKU Selatan.
Dari daftar tersebut, Iqbal menyoroti enam kabupaten yang menjadi prioritas utama pencegahan, yakni OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Muba, Muara Enim, dan PALI. Wilayah ini memiliki karakteristik lahan gambut yang sangat luas. Kebakaran di lahan gambut dikenal sangat sulit dipadamkan karena api dapat menjalar secara tersembunyi di bawah permukaan tanah.
Sebagai langkah antisipasi dini, Pemerintah Provinsi Sumsel telah menyusun sejumlah skenario mitigasi. Puncak kesiapsiagaan ini akan ditandai dengan Apel Siaga Karhutla yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026 di Griya Agung Palembang. Apel akbar ini rencananya akan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
Lebih lanjut, Pemprov Sumsel juga segera menetapkan status siaga darurat karhutla. Langkah strategis lainnya meliputi pembentukan posko terpadu, pengajuan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), hingga permintaan dukungan helikopter pemadam (water bombing).
Di lapangan, BPBD Sumsel terus menggencarkan peningkatan deteksi dini, respons cepat, patroli terpadu lintas instansi, serta pemantauan titik panas (hotspot) yang muncul di satelit secara real-time.
“Kami sangat mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi memicu karhutla yang tidak terkendali. Masyarakat juga diharapkan segera melapor jika menemukan titik api agar bisa ditangani lebih cepat oleh satgas di lapangan,” pungkas Iqbal. (Irawan/Mun)
-
RIAU21/05/2026 16:01 WIBSatlantas Polres Inhu Hadirkan SIM Delivery, SIM Kini Diantar Langsung ke Rumah Warga
-
RAGAM21/05/2026 15:30 WIBCuti Panjang Idul Adha 2026 Bisa Sampai Awal Juni
-
NASIONAL21/05/2026 18:30 WIBSoroti Tata Kelola dan Anggaran Jumbo, KPK Peringatkan Prabowo
-
PAPUA TENGAH21/05/2026 16:30 WIBDrama 7 Gol Kapolda Cup II, SMA YPPGI Mimika Bangkit dan Rebut Juara Tiga
-
NUSANTARA21/05/2026 19:08 WIBGeger WNA Filipina Pakai KTP Indonesia untuk Urus Paspor
-
NASIONAL21/05/2026 18:00 WIBIDAI Desak BGN Evaluasi Distribusi Susu Formula, Ingatkan Risiko Ganggu ASI
-
NUSANTARA21/05/2026 17:00 WIBMenang Gugatan, Pemilik Lahan Siap Tertibkan Bangunan dan Lapak di Pasar Loak Cinde Palembang
-
NASIONAL21/05/2026 17:30 WIBMenhan Klaim Batalyon Teritorial Bisa Tekan Pembegalan, Warganet: Bukan Tugasnya Pak!

















