POLITIK
Megawati: Biaya Pemilu Mahal Itu Aneh
AKTUALITAS.ID – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengkritik wacana mengubah sistem pemilihan presiden langsung menjadi tak langsung.
Dalam orasi ilmiah di Universitas Borobudur, Sabtu (2/5/2026), Megawati menegaskan bahwa Indonesia adalah negara republik yang menjadi milik publik, bukan individu atau kelompok tertentu. “Republik Indonesia ini adalah milik kita semua. Bagaimana sih?” ujarnya.
Megawati menyoroti alasan biaya tinggi yang kerap dijadikan dasar untuk mengubah sistem pemilu. “Hanya karena katanya sekarang biayanya banyak. Loh, kenapa tahun 1955 bisa? Keadaannya tenang-tenang saja, rakyatnya tenang saja. Kalau sekarang dibilang biayanya besar, itu aneh bagi saya,” tegasnya.
Menurut Megawati, sistem pemilu langsung adalah amanat reformasi yang memberikan legitimasi kuat kepada pemimpin. Ia menekankan bahwa presiden yang dipilih langsung oleh rakyat tidak boleh membuka ruang kompromi terhadap pelanggaran konstitusi, terutama yang dapat menurunkan kedaulatan politik dan ekonomi bangsa.
Pernyataan Megawati ini menambah sorotan publik terhadap wacana perubahan sistem pemilu yang dinilai berpotensi mengurangi partisipasi rakyat dalam menentukan pemimpin secara langsung. (Bowo/Mun)
-
PAPUA TENGAH22/09/2026 07:00 WIBPDIP: Usulan Capres 2 Fraksi Masuk Akal
-
NASIONAL22/09/2026 06:00 WIBProyek Jalan Jadi Biang OTT Bupati Bolmut
-
EKBIS22/09/2026 09:30 WIBIHSG Menguat Jelang Keputusan Suku Bunga BI
-
POLITIK22/09/2026 10:00 WIBPrabowo Buka Peluang Reshuffle, Demokrat: Evaluasi Wajib
-
JABODETABEK22/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Buka di 5 Lokasi Hari Ini
-
DUNIA22/09/2026 08:00 WIBDibombardir Ukraina, Partai Putin Menang Telak 57,83%
-
DUNIA21/09/2026 21:00 WIBSerangan Houthi ke Riyadh Bikin AS Siaga
-
NUSANTARA21/09/2026 21:30 WIBBanjir Bandang Terjang Solok Malam Ini

















