EKBIS
Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS di Awal Perdagangan
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, (6/5/2026). Penguatan mata uang Garuda terjadi seiring sentimen positif di pasar Asia yang turut menopang pergerakan mata uang kawasan.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.10 WIB di pasar spot exchange, rupiah menguat 35 poin atau 0,20 persen ke posisi Rp17.389 per dolar AS. Posisi tersebut lebih baik dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.424 per dolar AS.
Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di kisaran Rp17.420 per dolar AS pada waktu yang sama.
Secara umum, rupiah tercatat menguat 34 poin atau sekitar 0,20 persen menjadi Rp17.390 per dolar AS. Penguatan ini sekaligus menandai kenaikan sekitar 0,24 persen dibanding perdagangan sehari sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang sama-sama menguat terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini.
Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia setelah melonjak hingga 0,76 persen. Disusul dolar Taiwan yang naik 0,37 persen dan peso Filipina yang menguat 0,31 persen.
Selain itu, ringgit Malaysia terapresiasi 0,26 persen, baht Thailand naik 0,24 persen, serta dolar Singapura menguat 0,16 persen. Yen Jepang juga tercatat naik 0,12 persen terhadap dolar AS.
Di sisi lain, dolar Hong Kong bergerak stabil dengan penguatan tipis sekitar 0,004 persen terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
Meski rupiah dibuka menguat, pelaku pasar tetap diminta mewaspadai potensi volatilitas sepanjang perdagangan hari ini. Investor saat ini masih mencermati rilis data ekonomi Amerika Serikat terbaru serta arah kebijakan moneter bank sentral global yang dapat memengaruhi pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia.
Analis menilai sentimen eksternal masih akan menjadi faktor utama penentu arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek, terutama terkait ekspektasi suku bunga The Federal Reserve dan kondisi geopolitik global. (Firman/Mun)
-
NASIONAL25/06/2026 17:44 WIBKasus YTR, PPP Minta Negara Hadir Berikan Pendampingan Maksimal
-
POLITIK25/06/2026 17:00 WIBDemokrat 10 Tahun Oposisi Tanpa Main Mata dengan Kekuasaan
-
RAGAM25/06/2026 16:00 WIBTidur Dekat HP Jadi Kebiasaan Buruk Generasi Digital
-
NASIONAL25/06/2026 16:16 WIBBahlil Buka Kartu! Ada 120 Sumur Minyak Baru, RI Siap Kurangi Impor BBM
-
NASIONAL25/06/2026 16:47 WIBHarga Pertamax Diprediksi Turun per 1 Juli 2026
-
EKBIS25/06/2026 11:30 WIBHarga Minyak Dunia Jeblok ke Titik Terendah
-
POLITIK25/06/2026 14:00 WIBPengamat SDI: UU Perampasan Aset Jawab Kerinduan Rakyat
-
NUSANTARA25/06/2026 06:30 WIBWaspada Banjir Rob 24 Juni 7 Juli

















