DUNIA
Trump Frustrasi Iran Ogah Manut Soal Damai
AKTUALITAS.ID – Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase paling tegang dalam beberapa pekan terakhir. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan semakin frustrasi menghadapi Iran yang dinilai tetap tidak bergeming, meski tekanan militer dan diplomatik dari Washington terus meningkat.
Menurut laporan CNN, sejumlah pejabat dekat Gedung Putih menyebut Trump kini mulai lebih serius mempertimbangkan opsi serangan militer lanjutan terhadap Teheran, ketimbang hanya mengandalkan jalur perundingan yang sejauh ini tidak menunjukkan kemajuan signifikan.
Di internal pemerintahan AS sendiri, muncul perpecahan pandangan yang tajam. Sebagian pejabat mendorong pendekatan keras berupa operasi militer terbatas untuk menekan Iran, sementara kubu lain masih berupaya mempertahankan jalur diplomasi sebagai prioritas utama.
Namun tekanan politik dan situasi di lapangan disebut membuat posisi diplomasi semakin rapuh. Sejumlah sumber menyebut Trump mulai kehilangan kesabaran karena Iran dianggap tidak menunjukkan itikad untuk melonggarkan sikapnya, termasuk dalam isu strategis seperti Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital perdagangan energi global.
Di sisi lain, upaya mediasi internasional juga disebut belum membuahkan hasil maksimal. Pakistan yang disebut sebagai salah satu kanal komunikasi diplomatik dinilai belum sepenuhnya menyampaikan posisi Washington secara tegas kepada Teheran, memicu keraguan di internal AS terhadap efektivitas jalur tersebut.
Dalam pernyataan terbarunya kepada wartawan, Trump bahkan menunjukkan sikap skeptis terhadap proposal yang diajukan Iran. “Kalau saya tidak suka kalimat pertamanya, langsung saya buang,” ujarnya dalam penerbangan Air Force One.
Meski Gedung Putih masih menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi pilihan utama, pernyataan resmi juga menyebut bahwa semua opsi tetap terbuka, termasuk opsi militer, jika dianggap menyangkut keamanan nasional Amerika Serikat.
Sementara itu, eskalasi konflik yang berkepanjangan disebut mulai berdampak pada stabilitas global. Kenaikan harga energi, tekanan ekonomi internasional, hingga kekhawatiran pasar disebut ikut memperburuk posisi politik Trump di dalam negeri, terutama menjelang dinamika pemilu sela.
Di tengah kebuntuan tersebut, pertanyaan besar kini mengemuka: apakah Trump akan kembali menekan pelatuk militer, atau masih memberi ruang terakhir bagi diplomasi yang semakin sempit di tengah ketegangan yang terus meningkat. (Mun)
-
RIAU18/05/2026 15:43 WIBKorporasi Sawit Raksasa PT Musim Mas Jadi Tersangka, Kerugian Lingkungan Rp187,8 Miliar
-
RIAU18/05/2026 14:47 WIBDukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Kota Tinggi Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong
-
NASIONAL18/05/2026 16:00 WIBSengketa Warisan Raden Nangling, Ruri Jumar Saef Bongkar Fakta vs Rekayasa
-
OLAHRAGA18/05/2026 17:30 WIBSelangkah Lagi Persib Bandung Juara Super League
-
PAPUA TENGAH18/05/2026 21:30 WIBPengurus Laskar Merah Putih Markas Daerah Papua Tengah Resmi Dilantik
-
EKBIS18/05/2026 18:00 WIBPurbaya: Ekonomi RI Stabil dan Defisit APBN Terkendali
-
NUSANTARA18/05/2026 14:30 WIBPimpinan Ponpes di Garut Diduga Cabuli Santriwati
-
DUNIA18/05/2026 15:00 WIBSerangan Drone Guncang Pembangkit Nuklir Uni Emirat Arab

















