EKBIS
Rupiah Hancur Lepas Rp17.700 di Hari Kebangkitan Nasional
AKTUALITAS.ID – Di saat semangat Hari Kebangkitan Nasional digaungkan di seluruh negeri, nilai tukar rupiah justru kembali “tersungkur” di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda dibuka melemah tajam pada perdagangan Rabu pagi (20/5/2026), memicu kecemasan baru di pasar keuangan domestik di tengah bayang-bayang keputusan krusial Bank Indonesia (BI).
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, rupiah melemah 37 poin atau 0,21 persen ke level Rp17.743 per dolar AS. Sementara indeks dolar AS terlihat menguat tipis 0,05 persen ke posisi 99,378.
Data Yahoo Finance juga menunjukkan tekanan yang sama. Rupiah tercatat berada di level Rp17.714 per dolar AS, lebih lemah dibanding posisi pembukaan perdagangan sebelumnya di Rp17.661 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketegangan pasar menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia siang ini. Pelaku pasar kini menunggu keputusan penting bank sentral terkait arah suku bunga acuan BI-Rate.
Perdebatan sengit pun muncul di kalangan ekonom. Sebagian menilai BI perlu mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen demi menjaga pertumbuhan ekonomi. Namun sebagian lainnya mendesak kenaikan suku bunga menjadi 5 persen untuk meredam tekanan hebat terhadap rupiah yang terus terdepresiasi.
Mengutip Bloomberg, rupiah tercatat melemah 32 poin atau 0,18 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang pagi ini berlangsung bervariasi. Yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah naik 0,02 persen terhadap dolar AS.
Sebaliknya, mayoritas mata uang Asia berada di zona merah. Ringgit Malaysia melemah 0,09 persen, dolar Taiwan turun 0,07 persen, baht Thailand tergelincir 0,08 persen, sementara won Korea Selatan turun tipis 0,01 persen.
Dolar Hong Kong juga melemah 0,01 persen, sedangkan rupee India terkoreksi cukup dalam sebesar 0,18 persen. Di sisi lain, yuan China dan peso Filipina masing-masing menguat tipis 0,01 persen.
Pergerakan mata uang Eropa terhadap dolar AS juga cenderung campuran. Euro dan pound sterling kompak menguat 0,04 persen, sementara franc Swiss melemah 0,09 persen.
Tekanan terhadap rupiah tak hanya datang dari faktor domestik, tetapi juga dipicu situasi geopolitik global yang memanas. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.700 hingga Rp17.750 per dolar AS.
Menurut Ibrahim, pasar masih dibayangi perkembangan konflik Amerika Serikat dengan Iran yang memicu sentimen negatif terhadap aset berisiko.
Meski Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan membuka peluang negosiasi dengan Iran dan menunda serangan lanjutan, pasar tetap diliputi kekhawatiran.
“Trump mengatakan ada peluang sangat baik bagi AS mencapai kesepakatan dengan Iran serta mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir,” ujar Ibrahim.
Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung memburu dolar AS sebagai aset aman, sementara tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang perdagangan hari ini. (Firman/Mun)
-
NASIONAL19/05/2026 18:30 WIBBukan Lagi Fokus Jaga Pertahanan, TNI Kini Urus Jagung dan Kedelai
-
POLITIK19/05/2026 14:00 WIBPSI: DPR Harusnya Pindah Dulu ke IKN
-
NUSANTARA19/05/2026 14:30 WIBKapal Muat 17 Sapi & 1000 LPG Tenggelam
-
PAPUA TENGAH19/05/2026 16:00 WIBInsiden Ledakan di Luar lingkungan Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Intan Jaya
-
JABODETABEK19/05/2026 13:30 WIBShowroom Motor Jaktim Sekap Pemuda Gegara Nunggak PCX
-
DUNIA19/05/2026 15:00 WIBNetanyahu Akui Israel Bajak Armada Flotilla
-
NASIONAL19/05/2026 13:00 WIBMPR Putuskan Tak Ada Final Ulang LCC
-
NUSANTARA19/05/2026 19:00 WIBWNA Belanda Penanam Ganja Hidroponik di Denpasar Dituntut 9 Tahun Penjara

















