EKBIS
Kemenhub Siapkan Kenaikan Batas Atas Tiket Pesawat
AKTUALITAS.ID – Tekanan geopolitik global kembali mengguncang sektor transportasi udara Indonesia. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan rencana penyesuaian tarif tiket pesawat mulai mengemuka, seiring melonjaknya biaya operasional maskapai akibat kenaikan harga avtur yang terus berfluktuasi di pasar internasional.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah akan segera membahas penyesuaian Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat dengan melibatkan maskapai dan seluruh pemangku kepentingan industri penerbangan.
Langkah ini diambil sebagai respons atas dampak geopolitik global yang memicu kenaikan biaya operasional, terutama harga bahan bakar avtur yang menjadi komponen utama dalam industri penerbangan.
Sebelum membahas TBA secara menyeluruh, pemerintah lebih dulu akan memformulasikan penyesuaian biaya tambahan atau fuel surcharge sebagai langkah jangka pendek.
Menurut Menhub, kebijakan ini menjadi kebutuhan mendesak agar industri penerbangan tetap bisa beroperasi di tengah tekanan biaya yang meningkat.
“Penyesuaian ini diperlukan agar maskapai dapat beradaptasi dengan kenaikan harga avtur,” ujar Dudy usai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (22/5/2026).
Kenaikan harga avtur secara langsung berdampak pada biaya operasional maskapai, sehingga pemerintah dan pelaku industri menilai perlu adanya penyesuaian kebijakan tarif.
Pembahasan fuel surcharge disebut telah dilakukan bersama maskapai dan telah mencapai kesepakatan awal untuk menjaga keberlangsungan layanan penerbangan nasional.
Setelah kebijakan jangka pendek tersebut berjalan, Kemenhub akan melanjutkan pembahasan lebih luas mengenai Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat.
Proses ini akan melibatkan koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan serta pelaku industri penerbangan.
Menhub menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pertemuan khusus dengan Menko IPW untuk membahas detail TBA, namun pembahasan resmi akan segera dilakukan.
Ia juga mengindikasikan adanya kemungkinan penyesuaian kenaikan TBA, seiring meningkatnya tekanan biaya operasional di sektor penerbangan.
Di sisi lain, Menko IPW Agus Harimurti Yudhoyono sebelumnya menegaskan bahwa penyesuaian tarif akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat.
Pemerintah juga menyoroti dampak konflik geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang turut mendorong lonjakan harga energi dunia.
Kondisi tersebut dinilai langsung memengaruhi sektor transportasi udara di Indonesia, termasuk potensi kenaikan harga tiket pesawat dalam waktu mendatang.
Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa setiap penyesuaian tarif akan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara keberlanjutan industri dan keterjangkauan bagi masyarakat, terutama menjelang periode perjalanan padat seperti libur sekolah dan Idul Adha 1447 Hijriah. (Bowo/Mun)
-
JABODETABEK22/05/2026 09:04 WIBKonflik Ahmad Bahar dan Hercules Memanas, Putri Bahar Mengaku Diintimidasi
-
NASIONAL22/05/2026 14:00 WIBDenny JA: Jika Berhasil, Prabowo akan Dikenang sebagai Bapak Kemandirian Bangsa
-
NUSANTARA22/05/2026 10:00 WIBSeleksi Koperasi Desa Merah Putih Membludak, 12.491 Peserta Ikuti Tes Mental Ideologi
-
PAPUA TENGAH22/05/2026 15:00 WIBMimika Jadi yang Tertinggi di Papua Tengah, Disdukcapil Kebut Pemutakhiran Database OAP
-
JABODETABEK22/05/2026 16:00 WIBKecelakaan KA Argo Bromo dan Commuter Line, Sopir Taksi Green SM Jadi Tersangka
-
NASIONAL22/05/2026 17:00 WIBPengamat Sebut Pembatasan Masa Jabatan Kapolri Berbahaya
-
JABODETABEK22/05/2026 08:00 WIBInvestigasi Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi Timur Masih Berjalan, Ini Temuan Awalnya
-
PAPUA TENGAH22/05/2026 13:00 WIBDinkes Mimika Dorong Pencegahan Stunting Lewat Kolaborasi Tokoh Masyarakat

















