Connect with us

OTOTEK

VPN Jadi Raja Baru Setelah Telegram Diblokir

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Kebijakan pemerintah India memblokir sementara Telegram justru memicu gelombang migrasi digital. Bukannya berhenti berkomunikasi, masyarakat malah berbondong-bondong mengunduh layanan Virtual Private Network (VPN) untuk tetap mengakses aplikasi pesan instan tersebut.

Lonjakan itu terjadi hanya beberapa jam setelah pemerintah mulai membatasi akses Telegram sejak 16 Juni 2026. Data perusahaan intelijen aplikasi Appfigures menunjukkan unduhan aplikasi VPN langsung melonjak 49 persen, dari sekitar 139 ribu menjadi lebih dari 208 ribu dalam sehari.

Aplikasi Proton VPN menjadi pemenang terbesar dengan lonjakan unduhan hingga 113 persen di App Store India. Disusul Turbo VPN yang naik 85 persen, sementara NordVPN dan ExpressVPN juga mencatat peningkatan signifikan di berbagai platform.

Tak hanya VPN, aplikasi perpesanan pesaing ikut menikmati efek domino. Signal mengalami lonjakan unduhan hingga 322 persen di Google Play, sedangkan Viber dan aplikasi iMe—yang terhubung dengan ekosistem Telegram—ikut meroket tajam.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pembatasan akses terhadap satu platform justru mendorong pengguna mencari alternatif maupun alat untuk tetap terhubung.

Pemerintah India menjelaskan bahwa pemblokiran Telegram bersifat sementara hingga 22 Juni 2026. Langkah tersebut diambil karena adanya kekhawatiran platform itu dimanfaatkan pelaku penipuan untuk menyebarkan soal ujian palsu dan menargetkan peserta menjelang pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi nasional.

Namun kebijakan tersebut mendapat penolakan dari Telegram. Perusahaan itu menggugat keputusan pemerintah ke Pengadilan Tinggi Delhi, dengan alasan penindakan seharusnya diarahkan pada akun atau konten yang melanggar hukum, bukan memblokir seluruh layanan sehingga berdampak pada seluruh pengguna.

Di tengah perdebatan tersebut, data unduhan aplikasi memperlihatkan satu hal yang menarik: ketika akses terhadap sebuah platform dibatasi, banyak pengguna memilih beralih ke layanan lain atau menggunakan VPN untuk mempertahankan akses internet mereka. Fenomena ini sekaligus menjadi gambaran bagaimana kebijakan pembatasan platform digital dapat memengaruhi perilaku pengguna dan mendorong migrasi ke aplikasi alternatif. (Kusuma/Mun)

Continue Reading

TRENDING